Jakarta -
Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI (BNPP) melalui Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (Asisten Deputi PKPD) menggelar aktivitas Peningkatan Kapasitas SDM.
Kegiatan ini ditujukan bagi Pengusaha Mikro Sektor Tenun Ikat di area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), selama dua hari pada 14-15 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BNPP untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat perbatasan melalui peningkatan kapabilitas UMKM berbasis potensi lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fokus training diarahkan pada penguatan keahlian teknis dan produktivitas perajin tenun ikat agar bisa menghasilkan produk berdikari nan berbobot tambah dan berkekuatan saing.
Asisten Deputi PKPD BNPP RI Brigjen TNI, Topri Daeng Balaw nan mewakili Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Irjen Pol Edfrie R Maith, menegaskan training tersebut merupakan penerapan mandat Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal tersebut tertuang dalam Asta Cita ke-6, ialah membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
"Kami menyelenggarakan training untuk meningkatkan keahlian serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di area perbatasan. Harapannya, keahlian mereka meningkat sehingga mempunyai skill nan lebih unggul dan produknya semakin bernilai," ujar Topri, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Topri menjelaskan materi training mencakup teknik pewarnaan alami dan penjemuran benang, pengembangan motif tenun unik Belu, hingga penjahitan produk turunan berbahan tenun seperti dompet.
Melalui penguatan sektor tenun ikat, BNPP mendorong perajin agar lebih kreatif, meningkatkan kualitas kain, serta mengolahnya menjadi produk turunan seperti tas, dompet, dan pakaian.
"Pelatihan dua hari ini tidak berakhir di sini. BNPP RI bakal mendorong pendampingan berkepanjangan hingga aspek pemasaran, agar produk betul-betul siap bersaing dan berakibat langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat perbatasan," tutur Topri.
Kegiatan ini turut didukung kerjasama lintas sektor dengan sejumlah mitra strategis, antara lain BAZNAS, Pertamina Foundation, Bank Rakyat Indonesia (BRI), serta pemerintah wilayah (Pemda) setempat, sebagai upaya memperkuat ekosistem UMKM di wilayah perbatasan.
Sementara itu, Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika mengapresiasi inisiatif BNPP nan menjadikan PLBN sebagai pusat pengembangan kapabilitas perajin tenun ikat.
Menurut Maria, peran PLBN tidak hanya sebagai simpul jasa lintas batas, tetapi juga penggerak ekonomi lokal.
"PLBN adalah beranda depan negara. Sesuai pengarahan BNPP RI, keberadaannya kudu memberi akibat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar," kata Maria.
Maria berambisi penguatan SDM melalui training ini bisa mengangkat Tenun Ikat Belu tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai komoditas upaya nan tangguh.
"Dengan SDM nan unggul, Tenun Ikat Belu diharapkan bisa menembus pasar perbatasan hingga Timor Leste," ujar Maria.
Melalui peningkatan kapabilitas SDM dan UMKM unggul berbasis potensi lokal, BNPP menegaskan upayanya menghadirkan pembangunan ekonomi nan inklusif serta berkepanjangan di area perbatasan, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat dari pinggiran.
(prf/ega)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·