BNPB Verifikasi Data Gempa NTT: 1 Korban Meninggal, 2.000 Warga Evakuasi Mandiri

Sedang Trending 19 jam yang lalu
 1 Korban Meninggal, 2.000 Warga Evakuasi Mandiri BNPB memverifikasi akibat gempa M7,7 di NTT. Satu orang meninggal, empat luka-luka, sekitar 2.000 penduduk Nagekeo melakukan pemindahan mandiri.(AFP)

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto berbareng Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno segera menuju wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan M7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).

Gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa sempat berpotensi tsunami dan dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT hingga Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.

Sebagai langkah percepatan penanganan, BNPB langsung mengerahkan tim penanganan darurat untuk mendukung pemerintah wilayah dalam melakukan kaji cepat, penanganan korban, pendataan dampak, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. Dukungan logistik dan peralatan juga disiapkan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Kepala BNPB juga mengarahkan support satu unit helikopter untuk membantu mobilisasi logistik dan mendukung kebutuhan operasional penanganan darurat, termasuk kemungkinan pemindahan andaikan diperlukan. 

"Dukungan udara ini menjadi krusial mengingat karakter wilayah NTT nan terdiri atas banyak pulau dan mempunyai tantangan akses antardaerah," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Sabtu (15/8).

Berdasarkan hasil pemutakhiran dan pengesahan info di lapangan hingga pukul 08.00 WIB, tercatat satu orang meninggal dan empat orang mengalami luka-luka. Korban meninggal bumi merupakan penduduk Kabupaten Sikka, sementara korban luka tercatat di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo. 

"Sebelumnya, dalam laporan awal disebutkan terdapat dua korban meninggal dunia. Namun, setelah dilakukan verifikasi dan pengesahan oleh petugas di lapangan, info tersebut diperbarui menjadi satu orang meninggal dunia," ungkap dia.

Selain itu, sekitar 2.000 penduduk di Kabupaten Nagekeo melakukan pemindahan berdikari sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dan adanya peringatan awal tsunami. Sementara di Kota Bima tercatat satu kepala family alias enam jiwa terdampak.

Dampak kerusakan sementara nan telah teridentifikasi meliputi dua unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dua unit rumah rusak ringan, satu penyimpanan Bulog terdampak, tiga akomodasi umum rusak ringan, serta enam instansi pemerintahan terdampak. Data tersebut tetap berkarakter sementara dan terus diverifikasi oleh BPBD berbareng unsur terkait.

Wilayah nan dilaporkan merasakan guncangan antara lain Kabupaten Nagekeo, Sikka dan Manggarai Barat di NTT; Kota Bima dan Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat; serta Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros di Sulawesi Selatan. 

Di sejumlah wilayah pesisir, masyarakat sempat melakukan pemindahan sebagai respons terhadap peringatan awal tsunami. (Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia