Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap info terbaru mengenai penanganan kebakaran rimba dan lahan di enam provinsi prioritas. Data dilaporkan BNPB mencatat wilayah Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan tetap menjadi titik penanganan kebakaran.
"Situasi di enam provinsi agak bervariasi. Di layar kita lihat bahwa di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan adalah dua provinsi nan memang menjadi titik poin kita sekarang, titik prioritas kita, lebih prioritas. Di samping juga Kalimantan Selatan dan Jambi tentu kita juga dapat memberikan perhatian," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Berton Pandjaitan di gedung Kemenko Polkam, Rabu (14/10/26).
Berton mengatakan, penanganan kebakaran di beberapa provinsi tersebut tetap terus berjalan hingga saat ini. Penanganan kebakaran melalui operasi udara maupun melalui operasi darat.
"Kami bisa sampaikan bahwa lebih dari 80% dari hasil ya nan kami dapatkan bahwa hasil laporan dari masing-masing provinsi untuk kekuatan personel dan peralatan nan saat ini tergelar sudah cukup memadai dengan hasil capaian pemadaman lahan terbakar nan baru setiap hari mencapai rata-rata di atas 80% dari luas lahan terbakar," ujar Berton.
Menurut Berton, untuk penanganan kebakaran di Kalimantan Tengah, ada lahan gambut nan menjadi prioritas. Sementara di Sumatera Selatan ada 50 hektare lahan terbakar.
"Untuk Kalimantan Tengah, ada lahan gambut nan saat ini dalam penanganan itu sekitar 7,8 hektare. Namun, ada Taman Nasional Tanjung Puting, ini menjadi perhatian juga, dan ini relatif sangat luas, 513 hektare. Kemudian di Sumatera Selatan itu ada sekitar nyaris 50 hektare, dan di Jambi ada 74,5 hektare," kata Berton.
Sedangkan di Provinsi Riau, Berton menyebut sudah tidak ditemukan lagi titik api maupun laporan terbaru mengenai titik api baru dan lahan terbakar.
"Jadi per hari kemarin, hari ini kami laporkan bahwa ada 663 hektar lahan gambut nan saat ini terbakar," tandas Berton.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·