BNPB Ungkap 458 Hektare Lahan di IKN Masih Terbakar

Sedang Trending 36 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala BNPB Suharyanto mengungkap seluas 458 hektare lahan nan terbakar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur belum sukses dipadamkan.

"Kemudian ada lagi kebakaran-kebakaran di provinsi lain nan sekarang sedang terbakar ada di Kalimantan Timur di area IKN itu seluas 458 hektare sedang ditangani tetap belum padam," kata Suharyanto usai rapat di Mako Marinir, Jakarta, Senin (7/9).

Secara keseluruhan, Suharyanto menyampaikan ada sekitar 72.008 hektare rimba dan lahan nan terbakar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan dari keseluruhan nomor itu, seluas 71,274,29 hektare sudah sukses dipadamkan.

"Yang tetap terbakar per kemarin 734,81 hektare," ucap dia.

Dalam rapat terpisah, Presiden RI Prabowo Subianto meletakkan perhatian penuh atas karhutla di wilayah IKN.

Ia menginstruksikan Suharyanto agar memerhatikan betul kebakaran nan mengerubungi wilayah IKN agar tidak mendekat ke wilayah vital di sana.

"Yang kudu diperhatikan juga kebakaran nan dekat IKN itu, itu kudu diperhatikan mungkin kita kudu kerahkan aset-aset lebih, untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke area inti," ujar dia.

Karhutla belum selesai, Suharyanto menyebut jajarannya dihadapkan dengan akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ia menyebut sebaran abu vulkanik itu pun menghalangi BNPB dan BMKG dalam melaksanakan operasi modifikasi cuaca lantaran pesawat dalam OMC tidak bisa melakukan penerbangan.

"Kalau memang di wilayah DKI, Banten, Lampung, Sumatra Selatan nggak bisa terbuka kita bakal melaksanakan OMC-nya dari Jawa Tengah dari Semarang. Terbangnya dari Semarang, sehingga paling tidak bisa datang hujan mudah-mudahan hari ini besok sehingga bisa meluruhkan abu vulkanik nan sekarang mengganggu kehidupan kita ini bisa luruh. Karena salah satu upaya nan paling tepat untuk meluruhkan abu vulkanik adalah dengan mendatangkan hujan," ucapnya.

(mnf/isn)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional