Petugas campuran memadamkan kebakaran rimba di area pendakian Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).(Antara)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperketat penjagaan di wilayah terdampak kebakaran rimba dan lahan (karhutla) guna mencegah ekspansi area kebakaran serta munculnya titik api baru. Langkah ini diambil untuk memastikan area nan telah terkendali tidak kembali terbakar, terutama akibat tindakan oknum nan tidak bertanggung jawab.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa satuan tugas pemerintah telah memulai operasi penjagaan intensif melalui jalur darat maupun udara. Penyekatan dilakukan di area terdampak nan sudah sukses dikendalikan agar api tidak merembet ke area hijau.
"Kami mulai melakukan penjagaan di daerah-daerah nan terdampak sehingga tidak ada lagi penambahan titik-titik api akibat dilakukan oleh oknum nan tidak bertanggung jawab," ujar Berton dalam konvensi pers, Senin (31/8).
Strategi Operasi Darat dan Udara
BNPB menerapkan dua strategi utama dalam penanganan karhutla. Operasi darat difokuskan pada patroli, pemetaan titik panas (ground checking), pemadaman langsung, pembasahan lahan gambut, hingga pendinginan. Satgas Darat juga membangun sumur dan kanal baru untuk mendekatkan sumber air ke letak kebakaran.
Di sisi lain, operasi udara dikerahkan untuk menjangkau area susah melalui water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Berdasarkan info per 30 Agustus 2026, sebanyak 53 armada udara telah dikerahkan dengan rincian sebagai berikut:
| Armada Patroli & OMC | 19 Armada |
| Armada Water Bombing | 34 Armada |
| Total Air (Water Bombing) | 2,3 Juta Liter |
| Garam (NaCl) untuk OMC | 5.600 Kilogram |
Kondisi Titik Panas di Kalimantan dan Sumatra
Pemantauan BNPB per 30 Agustus 2026 menunjukkan perubahan jumlah titik panas (hotspot) di beberapa wilayah. Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan lonjakan paling signifikan, sementara beberapa wilayah di Sumatra mulai menunjukkan penurunan.
| Kalimantan Barat | 7.377 titik panas (naik 3.553), +88 titik api |
| Sumatera Selatan | 1.013 titik panas (naik 209) |
| Kalsel & Kalteng | Relatif Menurun |
| Riau & Jambi | Terpantau Menurun |
Pemerintah berkomitmen memperkuat sinergi antara pusat dan wilayah dengan menambah personel serta support peralatan di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memastikan proses pendinginan melangkah maksimal setelah api padam guna mencegah re-ignition alias munculnya api kembali pada malam hari.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·