Ilustrasi kekeringan pada puncak musim kemarau.(Dok. Antara)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan awal bahwa puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia bakal terjadi pada periode Juli hingga September 2026. Fenomena ini diperkuat dengan adanya kalkulasi bahwa kejadian El Nino diperkirakan bakal bersambung hingga awal 2027.
Meskipun El Nino diprediksi memperkuat lama, akibat langsungnya terhadap Indonesia diperkirakan bakal sangat terasa selama musim tandus 2026 ini hingga Oktober 2026. Pemerintah wilayah dan masyarakat diminta melakukan langkah antisipasi guna menekan potensi kerugian akibat kekeringan.
Pemerintah wilayah diminta menyiapkan langkah respons sigap untuk mengantisipasi peningkatan polusi udara. Kondisi udara nan memburuk selama musim tandus berpotensi memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Langkah mitigasi seperti penghematan penggunaan air bersih dan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi polusi tinggi sangat disarankan untuk mengurangi akibat kesehatan dan akibat lingkungan lebih lanjut. (Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·