, MAGELANG, – Bupati Magelang Grengseng Pamuji meresmikan wayang relief karya Wito Prasetyo di Museum Candi Borobudur (MCB), Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu. Peresmian ini menandai sebuah lompatan penemuan budaya nan mentransformasikan relief tetap candi menjadi karya seni pagelaran nan bergerak dan telah dilindungi kewenangan cipta.
Dalam sambutannya, Bupati Grengseng menyampaikan apresiasi dan rasa bangga nan luar biasa atas dibukanya ruang penemuan budaya melalui peluncuran wayang relief tersebut. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Magelang adalah bumi nan diberkahi peradaban agung, di mana relief Candi Borobudur bukan sekadar batu mati, melainkan kitab visual sarat nilai moral, spiritual, dan tatanan kehidupan.
Transformasi Relief Tiga Dimensi
Bupati menilai karya Wito Prasetyo sebagai sebuah lompatan produktivitas nan luar biasa. Seniman tersebut sukses mentransformasikan relief-relief tiga dimensi di tembok candi menjadi corak Wayang Relief nan dinamis. Lebih dari sekadar karya seni, langkah Wito Prasetyo mendaftarkan dan memegang resmi Hak Cipta atas Wayang Relief ini dinilai sebagai edukasi besar bagi masyarakat.
"Ini adalah bukti kesadaran norma nan tinggi bahwa aset budaya dan kekayaan intelektual lokal kudu dilindungi secara legal agar tidak lenyap alias diklaim oleh pihak lain," ujar Bupati. Ia menyebut inisiatif ini sebagai contoh nyata sinergi modern nan menjaga keluhuran tradisi masa lalu, mengemasnya dengan produktivitas masa kini, dan membentenginya dengan perlindungan norma masa depan.
Pementasan Cerita Sasa Jataka
Melengkapi momentum peresmian, aktivitas juga dimeriahkan dengan pementasan wayang oleh Ki Pamedar nan membawakan cerita "Sasa Jataka" alias Kelinci Bijak. Cerita Jataka ini sarat bakal aliran tentang prinsip pengorbanan, ketulusan, welas asih, dan kebijaksanaan nan tinggi.
Di tengah dinamika era nan sering menggerus nilai-nilai kemanusiaan, kisah Sasa Jataka diharapkan menjadi refleksi dan cermin nan tajam. Cerita ini relevan bagi semua kalangan, baik sebagai pemimpin, orang tua, maupun penduduk masyarakat, untuk selalu mengedepankan amal dan mementingkan kepentingan nan lebih besar di atas kepentingan pribadi.
Bupati Grengseng Pamuji berambisi agar wayang relief ini tidak hanya berakhir pada seremoni peresmian. Ia telah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang untuk memperkenalkan karya inovatif ini secara lebih luas. Wayang relief diharapkan dapat menjadi sarana edukasi di sekolah-sekolah sekaligus daya tarik wisata budaya nan unik dari Kabupaten Magelang.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·