JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat pesisir utara Nusa Tenggara Timur (NTT) bahwa tsunami dapat datang dengan sigap setelah terjadinya gempa. BMKG menekankan bahwa kondisi ini perlu menjadi perhatian, khususnya di wilayah Flores Back-Arc Thrust nan menjadi pusat gempa berkekuatan M 7,7 di Flores beberapa waktu lalu.
Menurut Kepala Pusat Standardisasi Instrumentasi MKG BMKG, Rahmat Triyono, waktu kehadiran tsunami bisa sangat sigap sehingga peringatan awal tsunami dari BMKG dapat dikeluarkan ketika gelombang sudah mulai tiba di daratan.
"Hal ini perlu menjadi perhatian lantaran peringatan awal BMKG bisa secara beriringan dikeluarkan pada saat gelombang tsunami tersebut tiba ke daratan," kata Rahmat dalam konvensi pers, Selasa (15/9/2026).
Karena itu, Rahmat menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat untuk segera melakukan pemindahan berdikari setelah merasakan guncangan kuat, khususnya bagi penduduk nan berada di wilayah pesisir utara NTT.
"Sebaik-baiknya peringatan awal adalah kesadaran masyarakat untuk merespons potensi tsunami. Maka, krusial untuk membangun kesadaran masyarakat di wilayah pesisir utara NTT untuk melakukan pemindahan mandiri," ujarnya.
Pentingnya pemindahan berdikari juga tercermin dari hasil survei BMKG pascagempa Flores M 7,7 pada 15 Agustus 2026 nan menemukan jejak tsunami di sepanjang pantai utara Flores.
Pascakejadian gempa, BMKG langsung menerbitkan peringatan awal tsunami hanya 2 menit 16 detik setelah gempa utama mengguncang pada 15 Agustus 2026. Pusat gempa (episenter) terletak sekitar 30 km timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada kedalaman 15 km. Gempa dangkal ini dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan sistem sesar naik (thrust fault).
Pengamatan muka air laut BMKG melalui 16 stasiun tsunami gauge di Provinsi NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat kenaikan gelombang tsunami di beberapa titik, antara lain Pota (1,60 meter), Reo (1,61 meter), Bulukumba (0,54 meter), Selayar (0,40 meter), dan Sape (0,56 meter).
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·