Dalam paparannya, Fachry menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia umumnya mulai mengalami curah hujan cukup tinggi pada Desember. Namun, pola tersebut tidak bertindak seragam di seluruh wilayah.
“Ini memang pola nan umum, artinya memang tidak semua wilayah Indonesia itu sama, gitu ya, curah hujannya. Seperti di Indonesia Timur, Maluku, Papua kelak justru puncak musim penghujungnya itu di sekitar bulan Mei. Tapi di wilayah lain pada umumnya puncak musim hujan adalah di eh Desember, Januari, Februari,” ungkap Fachry.
Fachry mengatakan, sekitar 61,08 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan kondisi normal.
“Satu perihal nan perlu kami sampaikan juga bahwa awal musim hujan datangnya mundur, tapi puncaknya sama, artinya puncak musim hujan bakal tetap terjadi di Desember, Januari, Februari, namun perlu waspada ketika musim hujan langsung puncak,” ujar Fachry.
Menurut Fachry, kondisi tersebut perlu diwaspadai lantaran berpotensi memicu musibah hidrometeorologi basah.
“Ini perlu menjadi kewaspadaan kita eh terhadap potensi musibah hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, dan longsor,” tandas Fachry.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·