Kabut asap karhutla Kalbar.(Dok. Antara)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengeluarkan peringatan mengenai potensi penyebaran asap kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Asap karhutla Kalbar nan berasal dari wilayah Ketapang dan Kayong Utara diprediksi dapat terbawa angin menuju Kota Pontianak, apalagi berpotensi menyeberang ke negara tetangga.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kalbar, Soetikno, menjelaskan bahwa pergerakan kabut asap ini dipicu oleh arah angin dominan nan bertiup dari tenggara hingga selatan. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya intensitas hujan nan diperkirakan memperkuat hingga akhir September 2026.
"Kondisi cuaca Kalbar saat ini belum menunjukkan kesempatan hujan nan signifikan sehingga potensi karhutla tetap tinggi dalam sepekan ke depan," ujar Soetikno di Pontianak, Jumat (21/8).
Wilayah Prioritas Waspada
BMKG menyoroti beberapa wilayah nan memerlukan perhatian ekstra lantaran kesempatan hujan nan sangat rendah, di antaranya:
- Kabupaten Ketapang
- Kabupaten Kayong Utara
- Kabupaten Kubu Raya bagian selatan
Soetikno menambahkan, kecepatan angin di wilayah pesisir barat Kalbar, terutama di perairan sebelah barat hingga pesisir Ketapang, terpantau cukup kencang. Hal ini mempercepat perambatan api dan pengedaran asap ke wilayah lain.
"Arah mobilitas angin dominan dari tenggara hingga selatan, sehingga asap dari titik karhutla di Ketapang dan Kayong Utara bisa terbawa sampai ke Bandara Supadio hingga ke Kota Pontianak," jelasnya. Selain itu, operasional di Bandara Rahadi Oesman Ketapang juga perlu mewaspadai peningkatan konsentrasi asap.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Menyikapi kondisi kekeringan, pemerintah merencanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 23-26 Agustus 2026. Namun, Soetikno menekankan bahwa OMC hanya efektif dilakukan di wilayah nan mempunyai potensi pertumbuhan awan hujan.
Berdasarkan pantauan, wilayah utara dan timur Kalbar seperti Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Sanggau bagian utara, Bengkayang, dan Sambas mempunyai kesempatan hujan ringan. Oleh lantaran itu, penyemaian awan bakal difokuskan di area tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau info kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, mengingat kondisi kering dan akibat kabut asap diperkirakan baru bakal melandai saat curah hujan kembali normal pada Oktober mendatang. (Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·