Binti Mufarida
, Jurnalis-Senin, 06 April 2026 |07:52 WIB

Kemarau di Indonesia (foto: BMKG)
JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sekitar 7% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah tersebut diperkirakan bakal meningkat signifikan, dengan sebagian besar wilayah mulai memasuki musim tandus pada periode April hingga Juni 2026.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa wilayah nan telah memasuki musim tandus meliputi sebagian Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta sebagian mini wilayah NTB, NTT, Maluku, dan Papua Barat.
“BMKG bakal terus memantau dinamika suasana dunia dan regional serta menyampaikan pembaruan info secara berkala. Masyarakat diharapkan mengikuti info resmi melalui kanal BMKG,” ujar Faisal, Senin (6/4/2026).
Potensi El Niño Muncul di Semester II
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan adanya potensi berkembangnya kejadian El Niño pada semester kedua 2026.
Hingga akhir Maret, kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) tetap berada pada fase netral. Namun, hasil pemodelan suasana menunjukkan ENSO berpotensi berkembang menjadi El Niño.
“Prediksi intensitas El Niño saat ini berada pada kategori lemah hingga moderat dengan kesempatan 50–80%, serta kemungkinan mini (kurang dari 20%) menjadi kuat,” jelasnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·