Seorang penduduk wanita berumur lanjut di Kecamatan Ngawen, Gunung Kidul, DIY tengah mengolah tanah kering sebagai persia pan masa tanam ketika musim hujan tiba. Kekeringan melanda area Gunung Kidul dan memaksa para petani kudu menunggu hujan dulu se(Lieliek Dharmawan / MI)
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan peringatan awal bagi pemerintah wilayah dan masyarakat mengantisipasi akibat kejadian El Nino nan memicu kondisi cuaca kekeringan.
Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, mengungkapkan bahwa El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat berkesempatan muncul setelah pertengahan tahun 2026. Peluang terjadinya kejadian ini diperkirakan mencapai 50 hingga 60 persen.
Prediksi Kekeringan Ekstrem Juli-Oktober
Berdasarkan kajian BMKG, curah hujan selama musim tandus 2026 diprediksi berada pada kategori Bawah Normal (BN). Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi lantaran potensi kekeringan mulai terasa pada Juni 2026 dan diperkirakan mencapai puncaknya pada periode Juli hingga Oktober 2026.
"Perlu tindakan antisipasi akibat El Nino nan berpotensi kekeringan mulai bulan Juni 2026, dan potensi kekeringan ekstrem nan diprediksi terjadi pada Juli sampai Oktober 2026," tegas Reni Kraningtyas dalam keterangan resminya di Yogyakarta, Kamis (21/5).
Tiga Ancaman Utama El Nino 2026 di DIY:
- Kekeringan Meteorologis (berkurangnya curah hujan secara signifikan).
- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah vegetasi kering.
- Krisis kesiapan air bersih untuk kebutuhan domestik.
Imbauan untuk Sektor Pertanian dan Pengelolaan Air
Menghadapi ancaman ini, BMKG menekankan pentingnya langkah mitigasi di sektor pertanian. Para petani diimbau untuk segera menyesuaikan pola tanam guna menghindari akibat kandas panen akibat kekurangan pasokan air irigasi.
Selain itu, wilayah-wilayah di empat kabupaten dan satu kota di DIY nan mempunyai riwayat rentan kekeringan diminta untuk melakukan pengelolaan sumber daya air secara lebih efisien. Pengisian waduk, embung, dan tandon air perlu dimaksimalkan sebelum memasuki puncak kemarau.
Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan info suasana melalui kanal resmi dan media sosial BMKG Stasiun Klimatologi DIY untuk mendapatkan info terkini mengenai pengedaran curah hujan dan peringatan awal cuaca ekstrem. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·