Ilustrasi hujan lebat(Magnific)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia meskipun musim kemarau meluas pada akhir Juni 2026.
Dalam prakiraan cuaca mingguan periode 23–29 Juni 2026, BMKG menyebut musim tandus mulai berkembang pada dasarian I–II Juni, terutama di wilayah selatan ekuator seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan.
Kondisi tersebut sejalan dengan prediksi klimatologis Juni sebagai fase awal penguatan musim tandus dan pengaruh kejadian El Nino nan ditunjukkan oleh indeks Nino3.4. Fenomena ini berpotensi mengurangi suplai uap air di sejumlah wilayah Indonesia.
Namun demikian, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat tetap terjadi pada 19–21 Juni 2026. BMKG mencatat curah hujan harian tertinggi terjadi di Sumatra Barat mencapai 120 milimeter per hari, disusul Aceh 101 mm per hari, Sumatra Utara dan Kalimantan Tengah masing-masing 95 mm per hari, Sulawesi Barat 71 mm per hari, Jawa Timur 53 mm per hari, serta Kalimantan Barat 51 mm per hari.
BMKG menjelaskan tingginya curah hujan tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra, serta akibat tidak langsung Siklon Tropis Mekkhala nan memengaruhi pola angin di area Asia Tenggara.
"Meski musim tandus mulai meluas, kesempatan hujan signifikan tetap tetap perlu diwaspadai, terutama di wilayah nan dipengaruhi dinamika atmosfer tersebut," tulis BMKG dalam keterangannya.
Pada dasarian III Juni 2026, curah hujan di Indonesia diprakirakan didominasi kategori menengah sebesar 62,55 persen dan kategori rendah sebesar 37,39 persen. Wilayah dengan curah hujan rendah meliputi Jawa, Bali, NTB, NTT, Lampung, serta sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua bagian selatan.
Sementara itu, hujan kategori menengah tetap berpotensi terjadi di Sumatra bagian tengah hingga utara, Kalimantan bagian barat hingga utara, sebagian Sulawesi, Maluku, dan Papua.
BMKG memperkirakan aktivitas atmosfer tetap cukup aktif dalam sepekan ke depan. Gelombang Kelvin diprediksi melintas dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi Utara, Maluku Utara hingga pesisir Papua Barat Daya sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan.
Selain itu, pola siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra dan Selat Makassar juga dapat memicu perlambatan serta pertemuan angin nan mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi tersebut diperkuat oleh labilitas atmosfer nan tetap tinggi di sejumlah wilayah seperti Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua.
Untuk periode 23–25 Juni 2026, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, dan Jawa Barat. Sedangkan pada periode 26–29 Juni 2026, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Papua Pegunungan.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah nan telah memasuki musim tandus untuk mengantisipasi cuaca panas dengan menjaga kecukupan cairan tubuh dan menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
Di sisi lain, masyarakat nan berada di wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap akibat genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gangguan transportasi, hingga sambaran petir. BMKG juga meminta masyarakat secara rutin memantau info prakiraan cuaca dan peringatan awal cuaca ekstrem melalui kanal resmi BMKG guna mengurangi akibat akibat musibah hidrometeorologi. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·