, JAKARTA, – Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Muhammad Kholid Syeirazi menyoroti tantangan besar nan dihadapi dalam pengembangan Blok Ganal, bagian dari Indonesia Deepwater Development (IDD). Proyek ini dikenal mempunyai tingkat kesulitan nan tinggi, baik dari segi teknologi maupun pendanaan.
Menurut Kholid, pada Senin di Jakarta, jika badan upaya milik wilayah (BUMD) mendapatkan kewenangan participating interest (PI), mereka bakal kesulitan memenuhi kebutuhan biaya nan sangat besar. Proyek IDD memerlukan investasi nan besar serta teknologi canggih, nan membuatnya menjadi tantangan bagi BUMD.
Kholid menjelaskan bahwa BUMD dalam skema PI tidak berkedudukan sebagai operator. Sebaliknya, mereka hanya menerima faedah dari aktivitas hulu migas dengan menyetor ekuitas, nan juga menuntut modal besar dan tidak mudah dalam pelaksanaannya.
"Jika BUMD diberikan kewenangan PI di Blok Ganal, perihal ini bisa menjadi masalah bagi wilayah tersebut. Proyek ini berkarakter capital intensive, berteknologi tinggi, dan berisiko tinggi. Investasi nan dibutuhkan juga besar, sehingga biasanya menjadi masalah," ujar Kholid.
Meski demikian, patokan nan ada mengatur agar wilayah dengan PI 10 persen bisa mendapatkan support dari kontraktor. Dukungan ini berupa pembiayaan awal nan kemudian dipotong dari bagian BUMD setelah mencapai pay off, nan biasanya terjadi dalam enam tahun pertama.
Peluang untuk BUMN
Kholid juga menyebut kemungkinan lain, ialah penawaran kepada BUMN nan mempunyai keahlian finansial lebih tinggi untuk terlibat dalam proyek ini. Hal ini dipertimbangkan mengingat akibat teknis dan modal besar dalam aktivitas hulu migas lepas pantai.
Menurutnya, kemungkinan pemberian PI tetap ada, tergantung pada keputusan operator, ENI dan Sinopec, apakah mereka bakal menjual bagian interestnya (farm out) alias tidak. "Jika ada bagian share nan mau dilepas, itu mungkin dapat menjadi strategi terbaik sehingga Pertamina sebagai BUMN tidak menanggung akibat eksplorasi," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah meminta kewenangan pengelolaan melalui skema PI atas temuan persediaan migas raksasa di Blok Ganal. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, menyatakan pemerintah wilayah bakal mengusulkan permohonan keterlibatan meskipun letak sumur berada di luar pemisah kewenangan daerah.
Cadangan migas ini ditemukan di Sumur Geliga dan Sumur Gula, dengan potensi persediaan lebih dari tujuh triliun kaki kubik gas dan sekitar 375 juta barel minyak.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·