Bisa Gantikan LPG RI, CNG Sudah Dipakai di Industri Ini

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Compressed Natural Gas (CNG) menjadi salah satu pengganti pemerintah untuk menggantikan peran Liquefied Petroleum Gas (LPG). CNG bahkan sudah dipakai di industri hotel, 

Bahlil menegaskan, bahwa kebutuhan LPG di Indonesia tetap ditopang oleh impor sebesar 75% hingga 80%. Di mana 7 samapi 8 juta tonnya dipakai untuk kebutuhan rumah tangga.

Nah nan jadi persoalan, ketika gejolak politik seperti sekarang ini Indonesia juga memerlukan kepastian impor LPG.

"Atas itu, maka kita merumuskan untuk mencari pengganti lain. CNG adalah salah satu alternatifnya. Nah CNG ini kan sudah dipakai oleh hotel, restoran, MBG, sudah ada, tapi pada pengelompokkan nan 20 kilogram ke atas, ada nan 10-10 kilogram ke atas," terang Bahlil.

Saat ini pihaknya sedang emnguji coba untuk menghadirkan CNG dengan ukuran nan lebih mini alias 3 Kilogram. Diperkirakan, uji coba tersebut bisa diselesaikan dalam waktu 2-3 bulan.

"2-3 bulan ini kita bakal dapat hasilnya kemudian jika itu sudah dinyatakan firm, kita bakal melakukan konversi. Sebab apa? CNG ini bahan bakunya ada semua di kita. C1, C2 gas," ungkap Bahlil.

Bahlil memperkirakan berasas hasil kajian nan sudah ada penggunaan CNG bakal lebih murah daripada LPG alias irit 30%.

"Kenapa dia lebih murah? Karena nan pertama gasnya itu ada di kita dan industrinya kan ada di kita, di dalam negeri. Jadi tidak kita melakukan impor, cost transportasinya aja udah bisa meng-cover,"

"Dan nan kedua, dia itu berada di nyaris semua wilayah nan ada sumber-sumber gasnya, jadi itu jauh lebih efisien. Dan jika ditanya apakah sudah perform untuk jalan alias tidak, pada skala nan besar sudah jalan. Di daerah-daerah Jawa kan sudah dipakai CNG. Hotel, restoran, kemudian MBG dapur-dapur MBG sudah pakai itu," tegas Bahlil.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News