Bintang Mirip Matahari Diduga Telan Planet Miliknya Sendiri

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Bintang Mirip Matahari Diduga Telan Planet Miliknya Sendiri Ilustrasi ini menunjukkan bintang TOI-5882 melahap sebuah planet.(Robert Lea (dibuat oleh Canva))

PARA astronom sedang menyelidiki sebuah "tempat kejadian perkara" di luar angkasa untuk mengungkap kasus langka. Sebuah bintang nan mirip dengan mentari diduga kuat telah menelan planetnya sendiri. Tidak bertindak sendirian, bintang tersebut disinyalir dibantu oleh sebuah objek misterius nan bertindak sebagai "kaki tangan", sebuah bintang kandas alias brown dwarf (katai cokelat), nan mengarahkan planet malang itu menuju kehancurannya.

Tim peneliti pertama kali mendeteksi petunjuk peristiwa ini setelah menemukan bahwa bintang berjulukan TOI-5882, nan berjarak sekitar 1.300 tahun sinar dari Bumi, mempunyai kandungan komponen lithium nan sangat tinggi secara tidak wajar.

"Anda adalah apa nan Anda makan, bukan?" ujar ketua tim penelitian, Brooke Kotten dari University of Michigan, dalam sebuah pernyataan. "Kita tahu bahwa ada jauh lebih banyak lithium pada material planet daripada pada bintang. Jadi, jika sebuah bintang menyantap sebuah planet, bintang tersebut bakal menyerap banyak lithium."

Peristiwa penelanan planet seperti ini biasanya berjalan sangat cepat, hanya dalam hitungan hari hingga beberapa minggu. Karena durasinya nan singkat, sangat jarang bagi para astronom untuk bisa menyaksikannya secara langsung. Akibatnya, mereka kudu bertindak seperti penyelidik pidana kosmis untuk merekonstruksi kejadian berasas bukti nan tertinggal.

"Itulah nan membikin bagian ini sangat menarik. Anda betul-betul sedang memecahkan sebuah misteri," kata Kotten. "Kami tidak bisa begitu saja menyaksikan kejahatan itu terjadi, jadi kami kudu bekerja dengan semua petunjuk nan diberikan untuk mencari tahu siapa pelakunya."

Salah satu skenario penelanan planet nan paling umum terjadi ketika sebuah bintang kehabisan hidrogen di intinya dan membengkak menjadi raksasa merah. Namun, tim peneliti memastikan bahwa TOI-5882 belum memasuki fase raksasa merah tersebut. Hal inilah nan mengarahkan kecurigaan pada sang bintang kandas pendampingnya.

Objek brown dwarf pendamping ini mempunyai massa sekitar 20 kali lipat dari Jupiter. Meski tidak cukup masif untuk memicu fusi nuklir layaknya bintang normal, gravitasinya nan besar diduga kuat telah mengacaukan orbit planet di dekatnya, lampau melemparkannya masuk ke dalam pusaran maut bintang induk.

Berdasarkan kajian kelimpahan lithium pada TOI-5882 dibandingkan dengan 62 bintang lain sebayanya, tim intelektual menyimpulkan bahwa planet nan musnah tersebut adalah sebuah planet super-Earth (Bumi super). Planet ini diperkirakan mempunyai massa antara dua kali lipat massa Bumi hingga seukuran planet raksasa es Neptunus.

"Kenyataan bahwa kita dapat memandang bintang sejauh 1.300 tahun sinar dan mengatakan dengan keyakinan, 'Bintang ini mempunyai lebih banyak lithium daripada nan Anda perkirakan,' adalah bukti dari presisi instrumentasi modern serta kerja keras interpretasi untuk memahami sinyal tersebut," jelas Melinda Soares-Furtado, salah satu penulis senior studi dari University of Wisconsin.

"Ketika saya tumbuh dewasa, saya bermimpi menjadi seorang penyelidik swasta," tambah Soares-Furtado. "Saya pikir itu menjelaskan banyak perihal tentang di mana saya berhujung sekarang. Saya betul-betul merasa seperti seorang detektif."

Penelitian mendalam mengenai teka-teki kosmis ini telah resmi dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal. (space/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia