Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto secara resmi menutup aktivitas Praktek Lapangan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Gelombang III di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (29/4/2026). Penutupan tersebut ditandai dengan prosesi apel di Lapangan Basket Kota, Dusun Amalia, Desa Kota Kuala Simpang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Bima mengapresiasi jerih payah praja IPDN nan telah berkontribusi nyata terhadap upaya pemulihan di Aceh Tamiang. Pada gelombang pertama, praja IPDN difokuskan pada pemulihan instansi pemerintahan.
Sementara itu, gelombang kedua dan ketiga difokuskan pada pemulihan permukiman serta akomodasi umum. Menurut Bima, selain menjalankan tugas mulia tersebut, praja IPDN secara tidak langsung tengah berlatih menjadi pemimpin handal di masa depan.
"Bumi Aceh Tamiang nan menjadi kawah candradimuka bagi calon para pemimpin birokrasi Indonesia di masa depan ialah kalian semua," ujar Bima dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Selama penugasan di Aceh Tamiang, praja IPDN diuji tidak hanya secara bentuk tetapi juga mental. Hal ini pula nan bakal mereka hadapi saat mengemban amanah sebagai birokrat di pemerintahan. Dia menjelaskan beragam persoalan tersebut bakal sering dijumpai dalam realitas kehidupan. Oleh lantaran itu, dia berpesan agar para praja bisa mengatasi beragam persoalan di masyarakat.
"Satu bulan ini adalah simulasi. Satu bulan ini adalah uji coba nan tidak seujung kuku dari apa nan bakal kalian hadapi di masa depan nanti," tutur Bima.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa selama menjalankan tugas di Aceh Tamiang, praja IPDN juga semakin terlatih untuk memperkuat kerja sama. Modal inilah nan diyakini bakal sangat berfaedah di bumi pemerintahan.
Di sisi lain, terdapat aspek lain nan menjadi tantangan besar, ialah menyatukan visi dari latar belakang praja nan beragam. Sebagai seorang pemimpin praja kudu terbiasa dengan perbedaan, baik dari aspek budaya, etnik, agama, maupun kepercayaan. Bagi mereka nan bisa menyesuaikan diri dengan perbedaan, Bima meyakini sosok tersebut bakal menjadi pemimpin unggulan di masa depan.
"Saya bangga, saya berdiri di sini berbareng Pak Bupati, berbareng Pak Wakil Rektor, melepas kalian dengan penuh rasa bangga dan menatap hasil dari keringat dan jerih payah kalian nan sangat nyata dan sangat berfaedah bagi penduduk Aceh Tamiang," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bima juga menyampaikan terima kasih kepada jejeran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang nan telah mendukung keahlian praja IPDN. Dia sekaligus menyampaikan permohonan maaf andaikan selama penyelenggaraan tugas terdapat hal-hal nan kurang berkenan.
"Kami mendoakan agar Bapak/Ibu semua penduduk Aceh Tamiang berkehidupan dengan normal dan insyaallah apalagi jauh lebih baik lagi," tutupnya.
Sebagai info tambahan, turut datang pada aktivitas tersebut Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, pejabat ketua tinggi madya di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan IPDN, serta pihak mengenai lainnya. (akn/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·