Dengan kontribusi sebesar 16,71 persen terhadap perekonomian nasional, area Jakarta dan sekitarnya memegang peran strategis bagi Indonesia. Namun, beragam persoalan perkotaan sering kali susah ditangani lantaran adanya fragmentasi kewenangan antarwilayah nan memunculkan perbedaan prioritas pembangunan, agenda politik, hingga penganggaran.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah tengah mendorong penguatan peran Dewan Kawasan Aglomerasi sebagai wadah koordinasi lintas daerah. Melalui lembaga ini, jasa publik nan berkarakter regional diharapkan dapat dikelola secara lebih efektif dan terpadu.
"Dewan Aglomerasi ini kelak bisa konsentrasi pada isu-isu spesifik, ada badan nan ngurusi soal sampah, ada badan nan ngurusi soal transportasi, soal air minum, dan lain-lain," ungkapnya.
Selain penguatan tata kelola kawasan, Bima juga mengapresiasi beragam corak kerjasama nan berkembang di Jakarta. Menurut dia, penyelenggaraan aktivitas olahraga dan pariwisata berskala internasional menjadi modal krusial dalam membangun identitas Jakarta sebagai kota global.
"Dua event ini menggambarkan Jakarta on the right track untuk menjadi kota modern dalam menjemput usia ke-5 abad," pungkasnya.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·