Bima Arya Ajak Generasi Muda Persiapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto membujuk generasi muda untuk mempersiapkan diri secara serius dalam menyambut kesempatan Indonesia menjadi negara maju. Kesiapan tersebut tidak hanya berangkaian dengan kompetensi, tetapi juga kepemimpinan nan visioner dan adaptif.

Bima menekankan bahwa kepemimpinan merupakan kunci utama dalam menghadapi masa depan. Dia mengutip konsep kepemimpinan nan menekankan pentingnya arah dan keteladanan. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam aktivitas Garuda Youth Camp 2026 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, hari ini.

"Leaders are those who know the way, who show the way, and who lead the way (Pemimpin adalah mereka nan mengetahui jalan (visi), menunjukkan jalan (panduan), dan menempuh jalan (teladan/aksi)," kata Bima Arya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).

Dia menjelaskan bahwa pemimpin tidak hanya dituntut mempunyai visi nan jelas, tetapi juga bisa menunjukkan jalan serta memimpin langsung untuk mencapai tujuan tersebut. Karena itu, generasi muda didorong untuk mulai merancang arah hidupnya sejak dini.

Lebih lanjut, Bima menekankan pentingnya keahlian membaca arah perkembangan zaman. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga oleh kepekaan dalam memandang kesempatan di tengah perubahan global.

"Tolong jawab, 20 tahun lagi kalian mau ke mana dan menjadi apa," tuturnya.

Dia menambahkan bahwa beragam proyeksi dunia menunjukkan Indonesia mempunyai kesempatan besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi bumi dalam beberapa dasawarsa ke depan. Namun, kesempatan tersebut sangat berjuntai pada kesiapan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

"20 tahun lagi Indonesia (diproyeksikan) bakal menjadi negara maju satu dari lima ekonomi terbesar di dunia," ungkapnya.

Dalam konteks tersebut, Bima menekankan pentingnya pendidikan, semangat belajar, serta penguasaan keahlian sebagai fondasi utama dalam memanfaatkan bingkisan demografi.

"Jangan pernah berakhir belajar di mana pun," jelasnya.

Selain itu, dia menyoroti pentingnya disiplin dan konsistensi sebagai aspek pembeda. Menurutnya, kepintaran saja tidak cukup tanpa diiringi ketekunan dalam menjalani proses.

"Yang bakal menjadi pemenang adalah orang-orang nan paling konsisten dan disiplin," tuturnya.

Bima mengingatkan bahwa kepemimpinan nan kuat lahir dari keahlian beradaptasi dengan keberagaman. Pengalaman berinteraksi dengan beragam latar belakang dinilai krusial dalam membentuk karakter pemimpin nan matang.

"Tidak ada pemimpin dahsyat nan tidak terbiasa dengan perbedaan," ujarnya.

Karena itu, dia mendorong generasi muda untuk aktif dalam organisasi sebagai ruang belajar, berjejaring, sekaligus mengasah kepemimpinan.

Bima membujuk generasi muda untuk tidak sekadar menunggu masa depan, tetapi mempersiapkannya secara aktif mulai dari sekarang.

"Masa depan bukan ditunggu, bukan dinantikan, tetapi disiapkan," tutupnya. (akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News