
Biaya Kesehatan Naik, Inflasi Medis RI Tertinggi (Foto: Freepik)
JAKARTA - Inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8% pada 2026. Demikian menurut Mercer Marsh Benefits Health Report 2026 nan diterbitkan pada bulan November 2025.
Angka inflasi ini jauh di atas rata-rata negara-negara Asia nan berada di kisaran 11%-12%, apalagi 7 kali lebih tinggi daripada inflasi umum di Indonesia.
Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya nilai obat-obatan, pemanfaatan teknologi medis, serta tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat dan perangkat kesehatan impor nan juga terdampak dari nilai tukar nan fluktuatif.
Sebagai contoh, di jaringan rumah sakit rekanan PRUPriority Hospitals misalnya, rata-rata biaya operasi usus buntu meningkat dari sekitar Rp55 juta pada 2023 menjadi Rp69 juta pada 2025, menggambarkan gimana biaya pengobatan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth mengatakan, krusial bagi perusahaan untuk terus memahami kebutuhan pengguna dan menghadirkan perlindungan nan relevan dengan perjalanan hidup mereka.
“Kenaikan biaya kesehatan nan terus melampaui inflasi umum menjadi pengingat bahwa kesehatan dan ketahanan finansial sekarang semakin tidak terpisahkan," katanya dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, pengalaman pengguna tidak hanya ditentukan ketika mereka memerlukan jasa alias mengusulkan klaim, tetapi juga dari gimana perusahaan datang untuk membantu pengguna mempersiapkan diri sebelum akibat terjadi melalui upaya-upaya preventif nan kita lakukan bersama.
"Oleh lantaran itu, masyarakat memerlukan perlindungan kesehatan nan berkelanjutan, nan tidak hanya datang ketika terjadi risiko, tetapi juga mendorong perilaku hidup sehat sehari-hari," katanya.
Pihaknya percaya bahwa masa depan perlindungan kesehatan bukan hanya tentang bayar klaim, tetapi membantu masyarakat hidup lebih sehat, lebih terlindungi, dan lebih siap menghadapi beragam ketidakpastian di masa depan.
"Semangat ini sejalan dengan komitmen untuk mewujudkan janji, jadi nyata bagi setiap nasabah, melalui perlindungan nan relevan, jasa nan mudah diakses, serta support nan membantu mereka menjaga kesehatan dan mencapai masa depan nan lebih baik," ujar Yosie.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·