Jakarta -
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menyambut baik transformasi digital nan dilakukan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari. Menurutnya, transformasi ini dapat menjadi referensi bagi koperasi di tingkat nasional.
Hal tersebut dia ungkap dalam peluncuran aplikasi digital berbasis white label untuk mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Inovasi ini mencerminkan pertumbuhan konsisten KSP Nasari.
"Saya mencermati bahwa KSP Nasari menunjukkan perkembangan nan cukup baik dan konsisten. Jumlah personil telah mencapai lebih dari 65 ribu personil nan tersebar di beragam wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat nan terus tumbuh terhadap KSP Nasari," kata Ferry dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, capaian ini membuktikan daya saing koperasi di tengah tantangan ekonomi nan dinamis. Langkah ini sejalan dengan arah transformasi koperasi nasional.
Ferry menegaskan koperasi saat ini tidak cukup hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi kudu berkembang menjadi ekosistem ekonomi rakyat nan produktif dan terintegrasi.
"Saya berambisi KSP Nasari dapat terus menjadi role model koperasi nan tidak hanya kuat secara kelembagaan dan usaha, tetapi juga bisa menjadi contoh dalam inovasi, digitalisasi, dan pengembangan ekosistem koperasi berbasis kolaborasi," jelasnya.
Adapun aplikasi KSP Nasari mencakup jasa simpan pinjam, marketplace desa, pembayaran digital, e-money, hingga pendidikan koperasi berbasis e-learning.
Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, menjelaskan aplikasi ini mulanya dikembangkan dari platform internal Nasari Digital (Nadi) nan sudah digunakan oleh sekitar 65 ribu personil Nasari di seluruh Indonesia.
Fitur utama aplikasi itu meliputi jasa RAT online, kartu personil digital, payment gateway, marketplace desa, jasa tabungan dan pinjaman, hingga training koperasi berbasis digital.
Menurutnya, fitur pasar desa menjadi salah satu penemuan nan memungkinkan penduduk desa memasarkan produk lokal seperti di platform e-commerce besar. Ia menambahkan, digitalisasi koperasi menjadi langkah krusial agar koperasi lebih dekat dengan generasi muda melalui pendekatan modern berbasis teknologi.
"Teman-teman KDKMP nantinya bisa langsung punya aplikasi digital sendiri. Jadi koperasi desa alias kelurahan dapat mempunyai platform digital dengan nama masing-masing wilayah," ujar Frans.
Dalam kesempatan nan sama, Ketua Harian DEKOPIN Priskhianto mendukung transformasi KSP Nasari. Menurutnya, aplikasi tersebut mencakup banyak fikut dengan jasa nan lengkap.
Meski begitu, dia menegaskan pentingnya mitigasi risiko. Priskhianto meminta KSP Nasari untuk juga mengedepankan perlindungan dan keamanan anggotanya.
"Namun demikian, di kembali beragam kelebihan tersebut, kami juga berpesan agar KSP Nasari tetap memperhatikan aspek mitigasi risiko, khususnya dalam memberikan perlindungan dan keamanan bagi para personil maupun calon personil nan bergabung," jelasnya.
(kil/kil)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·