BI Sebut Ekspansi Moneter Dorong Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
BI Sebut Ekspansi Moneter Dorong Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi ilustrasi ekspansi likuiditas moneter.(MI)

BANK Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan jumlah duit beredar meningkat seiring kebijakan ekspansi likuiditas moneter nan ditempuh otoritas untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasional.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan peningkatan likuiditas tercermin dari pertumbuhan duit primer alias M0 pada April 2026 nan mencapai 14,1% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 11,8%.

Menurut Perry, kenaikan tersebut terutama didorong oleh peningkatan giro bank umum di Bank Indonesia nan tumbuh 28,4% secara tahunan serta pertumbuhan duit kartal nan meningkat menjadi 14,6%.

“Pertumbuhan M0 pada April 2026 terutama dipengaruhi oleh operasi moneter nan lebih ekspansif serta meningkatnya kebutuhan likuiditas perbankan untuk pembayaran dividen,” ucap Perry dalam konvensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (20/5).

Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan likuiditas perbankan pada periode pembagian dividen mendorong permintaan biaya nan lebih tinggi di sistem finansial sehingga BI melakukan langkah ekspansif untuk memastikan kecukupan likuiditas tetap terjaga.

Selain duit primer, BI juga mencatat peningkatan pertumbuhan duit beredar dalam makna luas (M2). Pada Maret 2026, M2 tumbuh sebesar 9,7% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan Februari nan tercatat 8,7%.

Perry mengatakan pertumbuhan M2 terutama dipengaruhi oleh peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan terus berlanjutnya penyaluran angsuran perbankan.

Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan kegunaan intermediasi perbankan tetap melangkah dan likuiditas di dalam negeri tetap mendukung aktivitas ekonomi.

Meski demikian, Perry menegaskan BI bakal tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan likuiditas dan stabilitas makroekonomi agar peningkatan jumlah duit beredar tidak memicu tekanan inflasi.

“Ke depan, pertumbuhan duit beredar bakal terus dikelola sehingga tetap konsisten menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah,” imbuhnya. (Fal/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia