Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tetap kuat di tengah tingginya ketidakpastian global.
Deputi Gubernur Senior (DGS) BI Destry Damayanti menuturkan kondisi ekonomi dunia nan dibayangi oleh perang di Timur Tengah memberikan pengaruh bagi ekonomi Indonesia. Namun, ekonomi domestik tetap kuat. BI apalagi memperkirakan ekonomi Indonesia tetap bisa tumbuh 4,5%.
"Insyaallah tetap bisa mempertahankan pertumbuhan kita di triwulan I-2026 di level sekitar 5,4% tadi disampaikan," katanya.
Namun, dia mengingatkan bahwa Indonesia tidak bisa hanya puas dengan capaian ini. Menurut Destry, Indonesia kudu mempunyai daya tahan nan tinggi. Inilah nan membikin BI terus mendorong penguatan ekonomi domestik, termasuk konsumsi domestik dan investasi.
"Karena memang sebenarnya ekonomi Indonesia itu adalah domestik economic oriented. Dengan konsumsi menimbangkan 54% kemudian investasi nan 30%," papar Destry.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 bakal tumbuh sebesar 5,5%. Pertumbuhan ini dinilai cukup baik di tengah gejolak global.
"Pertumbuhan pertama mungkin bakal tumbuh 5,5% ke atas," ujar Purbaya dalam peluncuran PINTAR di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II, diperkirakan berada di level 5,5%.
"Di tengah gejolak ekonomi dunia nan tidak jelas itu, kita bisa bisa menciptakan pertumbuhan domestik nan cukup baik. Dan ini bakal terjadi terus ke depan," katanya.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·