BI Perketat Pembelian Dolar, Transaksi Turun Jadi US$9 Juta per Hari

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan baru untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, ialah dengan menurunkan pemisah pembelian dolar Amerika Serikat (AS) tanpa agunan alias underlying.

Penukaran kurs asing tunai, terutama dolar AS, sekarang dipatok di periode pemisah US$ 50.000 per orang per bukan dari awalnya US$ 100.000 per orang per bulan. Kebijakan tersebut kemudian kembali diperbarui menjadi periode pemisah US$25.000 per orang per bulan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono mengungkapkan pemberlakuan periode pemisah tersebut bisa menurunkan rata-rata harian transaksi spot nasabah.

"Tahap pertama menurunkan treshold ke US$50.000 sukses menurunkan rata-rata harian US$16 juta. Tahapan kedua sukses menurunkan rata rata harian US$9 juta," ujar Thomas saat konvensi pers hasil RDG BI nan dilakukan secara daring pada Kamis (18/6/2026).

BI sendiri telah menetapkan periode pemisah baru menjadi US$10.000 per orang per bulan. Hal ini langsung diumumkan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo seusai menggelar rapat majelis gubernur periode Juni 2026.

Implementasi penurunan threshold beli tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi US$ 10,000 per pelaku per bulan," kata Perry saat konvensi pers secara daring, Kamis (18/6/2026).

Perry menegaskan, kebijakan ini efektif mulai bertindak pada 1 Juli 2026. Seiring dengan penguatan prinsip kehati-hatian dalam pelaporan lampau lintas devisa melalui penyesuaian treshold tanggungjawab support pendukung transfer biaya ke luar negeri dalam valas dari nominal setara US$ 50 ribu menjadi setara US$ 25 ribu.

"Ini juga mulai bertindak 1 Juli 2026," papar Perry.

Deputi Thomas pun mengatakan bahwa kebijakan periode pemisah baru tersebut diproyeksikan bisa meningkatkan pembelian dolar AS dengan underlying.

"Tahapan nan baru kami proyeksikan bahwa dengan penurunan dengan US$10.000 efektif 1 Juli, meningkatkan transaksi underlying 98,1p dari total transaksi valas," imbuh Thomas.

(ras/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News