BI Lapor Prabowo, Pembelian Dolar AS Dibatasi Jadi USD 25 Ribu demi Jaga Rupiah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Gubernur BI Perry Warjiyo di Istana Negara, Jakarta pada Senin (24/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melaporkan kondisi rupiah nan semakin tertekan (undervalued) kepada Presiden Prabowo Subianto hingga membeberkan 7 strategi tekan rupiah, termasuk batasi pembelian Dolar AS menjadi maksimal USD 25 ribu per bulan.

Hingga sore hari, rupiah kembali mencetak rekor baru dengan melemah 30 poin (0,17 persen) ke Rp 17.423 per Dolar AS. Melemahnya rupiah terjadi lantaran tekanan jangka pendek akibat aspek dunia dan musiman. Hal tersebut disampaikan Perry usai rapat berbareng Prabowo dan jejeran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Jakarta, Selasa (5/5).

“Bahwa nan pertama nilai tukar sekarang itu undervalued. Tapi ke depan kita yakini bakal stabil dan menguat,” ujar Perry.

Ia menegaskan, esensial ekonomi Indonesia tetap kuat dan menjadi dasar optimisme terhadap pergerakan rupiah ke depan. Beberapa parameter nan disorot antara lain pertumbuhan ekonomi nan mencapai 5,61 persen, inflasi nan rendah, pertumbuhan angsuran nan tinggi, serta persediaan devisa nan kuat.

“Ini adalah esensial nan menunjukkan mestinya rupiah itu bakal stabil dan condong menguat,” katanya.

Namun demikian, Perry mengakui adanya tekanan jangka pendek nan berasal dari eksternal. Ia menyebut kenaikan nilai minyak global, tingginya suku kembang Amerika Serikat, dengan imbal hasil alias US Treasury 10 tahun di level 4,47 persen, serta penguatan dolar AS sebagai aspek utama.

Selain itu, tekanan juga dipicu aspek musiman, seperti kebutuhan dolar untuk pembayaran dividen, utang luar negeri, dan kebutuhan jemaah haji pada periode April hingga Juni. “Memang secara musiman April, Mei, Juni ini permintaan terhadap dolar tinggi,” ujarnya.

Tujuh Strategi BI Jaga Rupiah

Petugas menunjukkan pecahan mata duit dolar Amerika Serikat dan mata duit Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Dalam kesempatan tersebut, Perry juga memaparkan tujuh langkah strategis nan telah mendapat pengarahan dan restu dari Presiden untuk menjaga stabilitas rupiah.

Pertama, BI bakal terus melakukan intervensi di pasar valas, baik di dalam negeri maupun luar negeri melalui instrumen spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan offshore NDF di pusat finansial dunia seperti Hong Kong, Singapura, London, dan New York.

“Kami terus bakal melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah baik di dalam negeri maupun dari luar negeri. Cadangan devisa kami lebih dari cukup,” ujarnya.

Kedua, BI memperkuat aliran masuk modal asing melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) guna menutup outflow dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan saham.

Ketiga, BI melanjutkan pembelian di pasar sekunder, nan hingga saat ini telah mencapai Rp 123,1 triliun secara year-to-date. Keempat, menjaga likuiditas perbankan tetap longgar, tercermin dari pertumbuhan duit primer nan mencapai 14,1 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konvensi pers APBN KiTa jenis Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Kelima, memperketat pembelian kurs asing tanpa underlying. Batas pembelian dolar nan sebelumnya USD 100.000 diturunkan menjadi USD 50.000 per orang per bulan, dan bakal kembali ditekan menjadi USD 25.000.

“Sehingga pembelian dolar di atas USD 25.000 itu kudu pakai underlying,” kata Perry.

Selain itu, BI juga mendorong penggunaan mata duit lokal, termasuk pengembangan pasar yuan-rupiah untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Keenam, memperkuat intervensi di pasar offshore NDF dengan melibatkan bank domestik agar pasokan likuiditas meningkat.

Ketujuh, meningkatkan pengawasan terhadap perbankan dan korporasi nan mempunyai aktivitas pembelian dolar tinggi, bekerja sama dengan OJK.

Di letak nan sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya diversifikasi pembiayaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS.

“Kami juga bakal menerbitkan bond dalam mata duit selain Dolar AS dan rupiah. Dalam waktu dekat kita bakal masuk ke Panda Bond di Cina dengan kembang nan lebih rendah,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut bakal memperkuat struktur pembiayaan dan mendukung stabilitas rupiah. “Jadi prospek kita bagus, teman-teman semua nggak usah takut,” katanya.

Ia juga menyampaikan pesan Prabowo mengenai kondisi fiskal pemerintah. “Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya suruh sampaikan pesan bahwa duit saya cukup. Duitnya banyak, jadi Anda nggak usah takut,” ujar Purbaya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan