Anggie Ariesta
, Jurnalis-Kamis, 19 Februari 2026 |16:50 WIB

BI Catat Kredit Perbankan Januari 2026 (Foto: Okezone)
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa pertumbuhan angsuran pada Januari 2026 menunjukkan tren penguatan dibandingkan akhir tahun sebelumnya, nan menjadi modal krusial bagi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, sinergi antara kebijakan moneter, makroprudensial, dan program Pemerintah mulai memberikan akibat nyata.
"Kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh sebesar 9,96 persen (yoy), sedikit meningkat dibandingkan dengan capaian pada Desember 2025 sebesar 9,69 persen (yoy)," ujar Perry dalam konvensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Pertumbuhan angsuran ini didorong oleh peningkatan di beragam golongan penggunaan. Sektor investasi mencatatkan kenaikan nan paling signifikan, mengindikasikan tingginya kepercayaan bumi upaya untuk melakukan ekspansi jangka panjang.
Berdasarkan info Januari 2026, angsuran investasi tumbuh sebesar 22,38 persen (yoy), angsuran konsumsi tumbuh sebesar 6,58 persen (yoy) dan angsuran modal kerja tumbuh sebesar 4,13 persen (yoy).
Ke depan, Bank Indonesia memandang prospek pertumbuhan angsuran tetap sangat kuat, baik dari sisi permintaan maupun penawaran.
Dari sisi permintaan, Perry menyoroti adanya akomodasi pinjaman nan sudah disetujui namun belum ditarik oleh pengguna (undisbursed loan) nan jumlahnya sangat fantastis.
"Pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat terus ditingkatkan, terutama untuk mengoptimalkan akomodasi pinjaman nan belum digunakan (undisbursed loan) nan tetap cukup besar ialah mencapai Rp2.506,47 triliun alias 22,65 persen dari plafon angsuran nan tersedia," jelas Perry.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·