Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen mencari penyelesaian nan setara bagi para mitra agar tidak mengalami kerugian akibat persoalan tata kelola nan terjadi selama beberapa bulan terakhir. Kepala BGN Sudaryono menegaskan pemerintah memahami beban nan ditanggung sejumlah mitra dan bakal mengupayakan solusi terbaik.
“Kami pastikan bakal mencari skema nan adil,” ujar Sudaryono dalam konvensi pers di Jakarta, Senin (27/7).
Pemerintah pun mau memastikan agar para mitra nan telah berinvestasi dan berkontribusi dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap memperoleh keadilan.
“Orang-orang ini (mitra) mendapatkan keadilan, setidaknya tidak dirugikan,” tegasnya.
Sudaryono meminta para mitra memberikan waktu kepada BGN untuk merumuskan solusi nan tepat. Ia menegaskan BGN berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut secara baik.
“Saya minta untuk paling tidak, saya minta waktu. Ini juga didengar secara umum, meminta waktu pada seluruh mitra nan selama ini mencari keadilan selama berbulan-bulan ini untuk sedikit bersabar dan saya berkomitmen untuk gimana mencari solusi nan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Sudaryono memastikan BGN tidak mau para mitra menanggung kerugian atas investasi nan telah mereka keluarkan untuk mendukung operasional.
“Kita memastikan bahwa nan berkepentingan tidak kemudian dirugikan lantaran sudah melakukan investasi nan berasal dari duit mereka sendiri,” ucapnya.
Selain itu, BGN juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap melangkah meskipun terdapat dapur nan sementara waktu dihentikan operasionalnya. Menurut Sudaryono, kapabilitas jasa bakal dialihkan ke dapur lain di wilayah sekitar sehingga pengedaran jasa tidak terganggu.
“Kami upayakan tidak terjadi. Karena begitu di-suspend, maka secara otomatis kita bakal membagi porsi jasa nan tadinya disediakan oleh dapur nan di-suspend itu kepada dapur-dapur lain di sekitar sini,” ujar Sudaryono.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·