BGN Dapat Anggaran Rp 240 T, Simak Rincian Pemakaiannya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat pagu anggaran Rp 240,20 triliun untuk 2027. Dari jumlah tersebut, Rp 232,50 triliun dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), sedangkan Rp 7,33 triliun digunakan untuk Program Dukungan Manajemen.

Kepala BGN Sudaryono menyampaikan rincian tersebut dalam rapat dengar pendapat (RDP) berbareng Komisi IX DPR RI, Kamis (3/9/2026).

“Bisa dilihat memang komposisi anggaran kami nan besar ini memang lebih kebanyakan 97 persen itu memang digunakan dan dikonversi menjadi menu MBG nan disajikan kepada penerima manfaat,” kata Sudaryono, dikutip, Jumat .

Anggaran MBG tersebut ditujukan untuk 72.464.886 penerima manfaat. Rinciannya, sebanyak 60.599.777 peserta didik mendapat alokasi Rp 198,96 triliun. Sementara 11.865.109 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mendapat alokasi Rp 33,54 triliun.

Sudaryono mengatakan golongan sasaran MBG mencakup peserta didik pada seluruh jenjang pendidikan, balita, ibu menyusui, ibu hamil, serta pembimbing dan tenaga kependidikan.

“Kelompok sasaran adalah penerima faedah program MBG terdiri dari peserta didik (anak sekolah pada semua jenjang pendidikan), anak di bawah 5 tahun (balita), kemudian ibu menyusui dan ibu hamil, dan golongan lain nan mencakup pembimbing dan tenaga kependidikan,” ujarnya.

Guru Ikut Makan MBG

Untuk guru, Sudaryono memberikan penjelasan khusus. Menurut dia, pembimbing mengonsumsi MBG berbareng siswa bukan sebagai jatah makan, melainkan bagian dari proses edukasi.

“Guru ini mendapatkan MBG dalam kaitannya adalah kegunaan edukasi. Jadi makan makanan MBG, mengonsumsi MBG bersama-sama dengan siswanya di kelas untuk kemudian sebagai kegunaan edukasi, bukan jatah makan guru,” katanya.

Edukasi tersebut, lanjut Sudaryono, mencakup kebiasaan saat makan.

“Dari mulai antre, mengambil ompreng, cuci tangan, membagi, berdoa, mengucapkan terima kasih, alhamdulillah, rasa syukur, dan lain sebagainya,” tutur Sudaryono.

Selain anggaran untuk menu MBG, BGN menyiapkan Rp 373,3 miliar untuk aktivitas teknis non-MBG dalam pemenuhan gizi. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk standardisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), training petugas penyaji makanan, penguatan rantai pasok, serta pemantauan mutu dan keamanan pangan.

“Di dalamnya juga terdapat support terhadap sistem informasi, promosi edukasi, kerja sama kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan, pengawasan, serta penguatan tata kelola,” ujar Sudaryono.

Menurut dia, seluruh komponen tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem pemenuhan gizi nasional.

“Dengan kata lain, BGN membangun bukan hanya program memberi makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita