BGN Beberkan Tiga Fokus Pembenahan Program MBG

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Kedua, Sudaryono juga menyebut tata kelola sebagai persoalan nan kudu segera dibenahi.

Dalam perihal ini, dia mau memastikan bahwa BGN dapat memberikan pelayanan dengan tata kelola nan baik dalam penyelenggaraan Program MBG. Oleh lantaran itu, dia berambisi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beserta para petugasnya dapat menjalankan tugas dengan baik.

"Status kepala dapur di setiap dapur adalah abdi negara, sehingga krusial bagi kami memastikan abdi negara di setiap dapur itu bekerja dengan sebaik-baiknya, sebersih-bersihnya, dan memastikan menu nan tersaji itu adalah baik. Karena Kepala SPPG adalah pegawai kami, abdi negara di bawah Badan Gizi Nasional," jelas dia.

Persoalan ketiga nan mau segera dibenahi adalah penguatan keterbukaan, transparansi, komunikasi, serta pelibatan beragam pihak dalam pengawasan penyelenggaraan program.

"Bagaimana dari sisi keterbukaan, transparansi, komunikasi, pelibatan banyak pihak, pelibatan lembaga lain, pelibatan kementerian lain, lembaga lain, keterlibatan pemerintah daerah, keterlibatan dinas-dinas, dan keterlibatan publik dalam mengawasi apakah itu menu, apakah itu penyaluran, apakah itu dapur, kebersihan, dan lain-lain, maka kami berupaya untuk memperbaiki ketiga perihal ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Sudaryono menegaskan bahwa pembenahan tata kelola kudu dilakukan secara sigap agar tujuan utama Program MBG, ialah meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi lokal, dapat tercapai.

"Kami mengakui ada kekurangan, kami mengakui ada perihal nan memang kudu diperbaiki. Kami mengakui apalagi ada pelanggaran. Tapi kami siap. Kita kudu siap menantang masa depan, kita perbaiki, kemudian kita laksanakan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita