Bertambah, Jumlah Korban Tewas Gempa Kumamoto, Jepang, Menjadi 32 Orang dan Ribuan Lainnya Mengungsi

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Bertambah, Jumlah Korban Tewas Gempa Kumamoto, Jepang, Menjadi 32 Orang dan Ribuan Lainnya Mengungsi Ilustrasi gempa bumi di Kumamoto, Jepang.(Antara)

JUMLAH korban tewas akibat gempa bumi kuat nan mengguncang Prefektur Kumamoto di barat daya Jepang pekan lampau meningkat menjadi 38 orang, sementara ribuan penduduk tetap memperkuat di tempat-tempat pengungsian, demikian menurut media pemerintah, Minggu (2/8).

Pihak berkuasa menyatakan telah memastikan 36 korban meninggal dunia, sementara dua kematian lainnya tetap dalam penyelidikan untuk memastikan apakah disebabkan oleh gempa bermagnitudo 7,1 nan terjadi pada Selasa lalu, demikian dilaporkan penyiar publik NHK. Lebih dari 9.200 orang tetap tinggal di 210 tempat pengungsian, sementara lebih dari 3.400 rumah mengalami kerusakan akibat gempa kuat tersebut.

Pasokan air bersih tetap terputus di lebih dari 69.000 rumah tangga dan tempat upaya di Kumamoto. Fasilitas kesehatan nan terdampak gempa juga tetap berupaya memulihkan layanan.

Pejabat setempat mengatakan sekitar 30 orang nan diduga mengalami indikasi sengatan panas dilarikan ke rumah sakit, Sabtu (1/7), ketika suhu di sejumlah wilayah Kumamoto mencapai lebih dari 37 derajat Celsius.

Pejabat setempat juga memperingatkan bahwa tingkat kerusakan secara keseluruhan tetap belum dapat dipastikan dan jumlah gedung nan rusak kemungkinan bakal meningkat secara signifikan seiring proses inspeksi nan tetap berlanjut.

Pemerintah Prefektur Kumamoto menyatakan operasi pencarian dan pengamanan telah berhujung pada Sabtu di pusat perbelanjaan Aeon, tempat tujuh pekerja tewas dan lima lainnya terluka akibat ledakan nan terjadi tidak lama setelah gempa mengguncang.

Jepang merupakan salah satu negara paling rawan gempa di bumi lantaran berada di sepanjang area Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Negara tersebut mengalami sekitar 20 persen dari seluruh gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 alias lebih besar nan terjadi di dunia. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia