Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Bandara Douw Aturure nan baru di Nabire, Papua Tengah pada Senin (20/4/2026). Saat meninjau prasarana perhubungan tersebut, Gibran berkalung noken, tas tradisional Papua terbuat dari serat alam nan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Didampingi Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wapres Gibran meninjau aktivitas airport nan sekarang mempunyai landasan pacu (runway) nan lebih panjang. (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)
Landasan pacu di Bandara Nabire diperpanjang dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter. Dengan panjang tersebut, airport sekarang tidak hanya bisa melayani pesawat kecil, tapi juga pesawat berbadan lebar (narrow body) seperti Boeing 737 seri 800/900 dan Airbus A320. (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)
Proyek perpanjangan landasan pacu Bandara Douw Aturure menelan biaya Rp94 miliar. (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)
Wapres berbincang dengan penduduk lokal di ruang tunggu Bandara Douw Aturure. Bandara ini melayani penerbangan domestik, terutama menghubungkan wilayah Papua. (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·