Beras Rp13.000 Dijual Rp57.000, Konsumen Rugi Sampai Rp89 Triliun

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 15 September 2026 |15:53 WIB

Beras Rp13.000 Dijual Rp57.000, Konsumen Rugi Sampai Rp89 Triliun

Pemerintah menemukan dugaan penyimpangan dalam penjualan beras fortifikasi. (Foto: Okezone.com/IMG)

JAKARTA – Pemerintah menemukan dugaan penyimpangan dalam penjualan beras fortifikasi, dengan produk nan semestinya dijual Rp13.000-Rp13.500 per kilogram justru dipasarkan hingga Rp57.000 per kilogram. Dugaan praktik tersebut ditaksir menimbulkan kerugian konsumen hingga Rp89 triliun.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah memerintahkan penarikan 25 merek beras fortifikasi nan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) berasas hasil pemeriksaan mutu. Selain ditarik dari peredaran, produsen juga terancam dikenai pencabutan izin upaya dan proses hukum.

"Yang pertama, kami sudah perintahkan tarik dari pasaran. Kedua, cabut izinnya. Ketiga, diproses norma lantaran setelah kita cek di empat laboratorium kredibel, hasilnya tidak sesuai label," tegas Amran dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Amran mengatakan sekitar 90% produk nan diperiksa tidak sesuai dengan standar baku mutu. Kementerian Pertanian (Kementan) merilis 25 merek nan dinyatakan bermasalah menggunakan inisial, ialah WFO, WFR, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, dan TAR.

Menurut Amran, biaya penambahan formula fortifikasi sebenarnya hanya sekitar Rp1.000 per kilogram. Namun, terdapat produk nan nilai jualnya mencapai Rp57.000 per kilogram, padahal nilai nan semestinya berada di kisaran Rp13.000-Rp13.500 per kilogram.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin finance lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑