Ilustrasi seseorang menggunakan tooth gem.(Dok. Magnific)
TREN estetika gigi terus berkembang, dan salah satu nan paling terkenal saat ini adalah tooth gem alias perhiasan gigi. Kristal mini nan ditempelkan pada permukaan gigi ini memberikan sentuhan kilau unik pada senyuman. Namun, sebelum memutuskan untuk memasangnya, pertanyaan nan paling sering muncul adalah: berapa lama tooth gem bisa bertahan?
Secara umum, ketahanan tooth gem sangat bervariasi tergantung pada metode pemasangan dan perawatan harian. Artikel ini bakal mengulas secara mendalam mengenai masa pakai perhiasan gigi serta faktor-faktor nan memengaruhinya.
Estimasi Durasi Ketahanan Tooth Gem
Ketahanan tooth gem biasanya terbagi ke dalam dua kategori utama berasas langkah pemasangannya:
- Pemasangan Profesional (Semi-Permanen): Jika dilakukan oleh master gigi alias teknisi ahli menggunakan bahan perekat medis (dental-grade composite), tooth gem dapat memperkuat mulai dari 6 bulan hingga 2 tahun. Dalam beberapa kasus nan dirawat dengan sangat baik, perhiasan ini apalagi bisa memperkuat lebih lama.
- Pemasangan Mandiri (DIY Kit): Perhiasan gigi nan dipasang sendiri menggunakan paket nan dijual bebas biasanya hanya memperkuat dalam hitungan hari hingga beberapa minggu (sekitar 1 hingga 4 minggu). Hal ini disebabkan oleh kualitas perekat nan tidak sekuat standar medis.
Tooth gem dirancang untuk berkarakter semi-permanen. Artinya, perhiasan ini bisa lepas secara alami seiring waktu alias dilepas secara sengaja oleh ahli tanpa merusak enamel gigi.
Faktor nan Memengaruhi Keawetan Tooth Gem
Mengapa tooth gem seseorang bisa memperkuat bertahun-tahun sementara nan lain lepas dalam sebulan? Berikut adalah aspek penentunya:
1. Kualitas Perekat (Bonding)
Penggunaan bahan composite resin nan dikeraskan dengan sinar UV (curing light) oleh ahli memastikan ikatan nan kuat antara perhiasan dan enamel gigi. Perekat non-medis tidak hanya sigap lepas, tetapi juga berisiko merusak lapisan gigi.
2. Lokasi Penempatan
Gigi nan sering digunakan untuk menggigit makanan keras, seperti gigi seri depan bagian bawah, condong lebih mudah mengalami gesekan nan menyebabkan perhiasan lepas. Dokter gigi biasanya menyarankan penempatan pada gigi taring alias gigi seri samping atas untuk ketahanan maksimal.
3. Kebiasaan Makan dan Minum
Sering mengonsumsi makanan nan sangat keras, lengket, alias masam dapat melemahkan ikatan perekat. Tekanan mekanis saat menggigit apel alias kacang keras secara langsung pada gigi nan dipasangi permata adalah penyebab utama tooth gem copot lebih awal.
4. Kebersihan Mulut
Penumpukan plak di sekitar area perhiasan dapat menyebabkan kuman mengikis perekat. Namun, menyikat gigi terlalu keras dengan bulu sikat nan kasar juga bisa membikin permata terungkit dan lepas.
Tips agar Tooth Gem Tahan Lebih Lama
Jika Anda mau investasi kecantikan ini memperkuat lama, ikuti langkah-langkah perawatan berikut:
- Hindari Menyentuh dengan Lidah: Pada beberapa hari pertama, hindari memainkan permata dengan lidah alias jari agar perekat betul-betul stabil.
- Gunakan Sikat Gigi Lembut: Gunakan sikat gigi berbulu lembut (soft) dan sikatlah area di sekitar permata dengan aktivitas melingkar nan lembut.
- Pola Makan Bijak: Potong makanan keras menjadi bagian mini sebelum dimakan. Hindari menggigit langsung menggunakan gigi nan dipasangi permata.
- Rutin Flossing: Pastikan sisa makanan tidak tersangkut di pinggiran kristal untuk mencegah kerusakan enamel dan pelemahan perekat.
Risiko dan Keamanan
Meskipun terlihat sederhana, pemasangan nan tidak tepat dapat menyebabkan masalah kesehatan mulut. Penggunaan lem nan tidak kondusif (seperti lem kuku alias lem super) sangat dilarang lantaran mengandung unsur berbisa dan dapat merusak enamel secara permanen. Selalu konsultasikan dengan ahli untuk memastikan prosedur dilakukan secara steril dan aman.
(H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·