Benyamin S Award Hidupkan Kembali Budaya Gotong Royong di Jakarta

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia Endra S Atmawidjaja sebut arena penghargaan Benyamin S Award (BSA) menjadi momentum untuk mengembalikan kebiasaan gotong royong.

Hal ini disampaikan Endra saat aktivitas penjurian finalis BSA di Jakarta, Kamis (15/10).

"Gotong-royong, itu nan kita kembalikan, kita hidupkan lagi ke depan. Saya kira itu pesan nan kita bisa dapat dari BSA," kata Endra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu juri BSA ini mengatakan Jakarta mempunyai potensi nan luar biasa ialah selain bisa jadi kota dunia juga punya identitas lokal kuat.

"Dari penjurian hari ini kita memandang memang potensi Jakarta ini kan luar biasa, ya, menjadi kota dunia tapi juga punya identitas lokal nan kuat," katanya.

Identitas lokal ini menurutnya perlu dibangun bersama-sama dengan masyarakat, tak hanya oleh pemerintah.

Para lurah nan menjadi finalis BSA hari ini telah melakukan presentasi di hadapan majelis juri. Dalam presentasi tersebut, sepuluh lurah finalis menunjukkan program dan penemuan unggulan mereka di empat kategori, ialah bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.

Endra pun memandang bahwa para lurah telah mengantongi keahlian kepemimpinan nan bagus.

"Yang diperlihatkan oleh para lurah dengan leadership-nya itu sebuah orkestrasi nan bagus ya, sebuah bentuk dari collaborative urban governance pada skala mikro," kata Endra.

Collaborative Urban Governancemerujuk pada tata kelola pemerintahan kota di mana beragam pemangku kepentingan bekerja sama dalam mengambil keputusan dan melaksanakan kebijakan publik. Endra menyebut konsep tata kelola pemerintahan seperti ini di Indonesia dapat dikenal dengan istilah gotong royong.

Dengan adanya aspek ini, program BSA menurut Endra perlu dicontoh oleh daerah-daerah lain.

"Inisiatif BSA ini bisa direplikasi bukan hanya untuk Jakarta, tapi untuk kota-kota lain di Indonesia pada level RW, lurah, camat, wali kotanya bergotong-royong," jelasnya.

Wujud gotong royong ini banyak terlihat dalam penyelenggaraan rangkaian aktivitas Benyamin S Award. Misalnya, penyelenggaraan pagelaran BSA di sepuluh kelurahan finalis tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dari hasil kerjasama pemerintah setempat berbareng masyarakat hingga swasta.

"Tercermin kekompakan, partisipasi aktif masyarakat dan ini merupakan nilai plus berasal dari creative financing, membujuk penduduk dan mitra untuk bersama-sama melaksanakan pagelaran dengan creative financing," kata Kepala Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Tona Hutauruk.

Pemprov DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah (Setda) merupakan pelaksana dari arena penghargaan Benyamin S Award.

BSA datang sebagai corak penghormatan dan penghargaan bagi kelurahan nan berkomitmen mewujudkan Jakarta nan bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.

Khususnya menuju lima abad Jakarta, Pemprov DKI Jakarta hendak memperkuat pembangunan kota melalui kepemimpinan lurah, penemuan lokal, serta partisipasi aktif warga.

(mou/sur)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional
↑