Bentrok Dua Perguruan Silat di Sukoharjo, 24 Rumah Warga Rusak

Sedang Trending 39 menit yang lalu
Dua perguruan silat nan terlibat berantem di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah saat menghadiri mediasi di Polres Sukoharjo. Foto: Dok. Polres Sukoharjo

Bentrokan antara dua perguruan silat, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan PSNU Pagar Nusa, terjadi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (7/9) awal hari. Akibat peristiwa itu, 24 rumah penduduk mengalami kerusakan.

Bentrokan ini bermulai dari aktivitas pembaiatan penduduk PSNU Pagar Nusa sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu hingga Minggu (5–6 September 2026).

Kemudian, pada Minggu (6/9) pukul 04.26 WIB, rumah milik penduduk PSHT berinisial MIRS dirusak setelah aktivitas peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pembaiatan penduduk PSNU Pagar Nusa Cabang Sukoharjo 2026.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi saat memberikan support kepada 24 penduduk nan menjadi korban bentrok dua perguruan silat. Foto: Dok. Polres Sukoharjo

Kasus perusakan rumah tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Sukoharjo sekitar pukul 17.20 WIB. Pada hari nan sama sekitar pukul 22.00 WIB, sekitar 200 personil PSHT mendatangi Mapolsek Polokarto untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut.

Kemudian, sekitar pukul 00.30 WIB, massa PSHT meninggalkan Mapolsek Polokarto. Namun, saat berada di Desa Mranggen, massa diduga dilempari batu oleh orang tak dikenal.

Pada saat bersamaan, massa Pagar Nusa juga melintas di wilayah Desa Mranggen. Bentrokan kemudian pecah, tetapi sukses diredam oleh polisi.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi mengatakan, kasus tersebut telah diselesaikan secara damai. Polisi berbareng TNI dan pemerintah wilayah telah memediasi dua perguruan silat, PSHT dan PSNU Pagar Nusa, nan terlibat bentrok pada Senin (7/9) awal hari.

"Sudah kami mediasi, sudah damai," ujar Anggaito kepada kumparan, Rabu (9/9).

Ia menyebut, dalam bentrok tersebut terdapat 24 rumah penduduk nan mengalami kerusakan. Polres Sukoharjo pun telah memberikan support kepada para korban.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi saat memberikan support kepada 24 penduduk nan menjadi korban bentrok dua perguruan silat. Foto: Dok. Polres Sukoharjo

"Sebanyak 24 KK nan terdampak telah terdata dan menerima support dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 10 juta. Kami juga memberikan trauma healing bagi para wanita dan anak-anak," imbuh dia.

Ia menyebut, support tersebut diberikan sebagai corak kepedulian Polres Sukoharjo kepada penduduk nan mengalami kerusakan maupun kehilangan aset akibat bentrokan.

"Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban penduduk terdampak serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dan kondusif di wilayah Kecamatan Polokarto," tegas dia.

Anggaito juga mengatakan proses penegakan norma tetap berjalan. Sejumlah orang telah diamankan dan saat ini diproses secara norma oleh Polres Sukoharjo mengenai peristiwa tersebut.

"Prosesnya tetap ialah upaya kami dari Reskrim melakukan penegakan hukum, namun demikian di Reskrim juga ada restorative justice, dan nan terpenting saat ini kita mau rehabilitasi terlebih dahulu," tegas Anggaito.

Namun, nan terpenting, dia meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas nan dapat mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat.

"Harapannya tidak ada setelah ini kegiatan-kegiatan nan berkarakter mengganggu kondusivitas kamtibmas," kata Anggaito.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan