Bencana Gas Langka Ini Bikin 1.700 Orang Mati Lemas Saat Tidur

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Sebuah musibah langka pernah melanda penduduk di sekitar Danau Nyos, nan terletak di wilayah barat laut Kamerun, pesisir barat Afrika. Danau ini melepaskan gas nan membikin seribu lebih orang tewas.

Dikutip dari laporan akhir tim intelektual Amerika Serikat (AS), musibah langka ini terjadi pada tahun 1986. Tepatnya terjadi pada malam tanggal 21 Agustus 1986. Secara tiba-tiba, waduk ini melepaskan awan gas masif nan menelan wilayah sekitarnya.

Tercatat, musibah ini menyebabkan kematian setidaknya 1.700 orang dan 3.000 ternak di wilayah barat laut Kamerun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para korban ditemukan meninggal dengan cepat, banyak nan dalam kondisi tidur di tempat tidur alias sedang melakukan aktivitas malam.

Awalnya sempat muncul spekulasi mengenai letusan gunung berapi. Namun penelitian menunjukkan kebenaran nan berbeda. Tidak ada bukti aktivitas vulkanik langsung seperti lava alias peningkatan suhu air waduk (air tetap dingin).

Setelah diteliti, kematian penduduk akibat gas. Gas tersebut adalah Karbon dioksida (CO2) nan berasal dari sumber magmatik jauh di dalam bumi.

Gas ini merembes perlahan dan terakumulasi di dasar waduk nan berlapis-lapis selama ratusan tahun. Gas ini mempunyai sifat lebih padat daripada udara. Gas ini mengalir turun dari waduk menuju lembah-lembah pemukiman, menggantikan oksigen dan menyebabkan korban meninggal akibat sesak napas.

Banyak korban selamat nan mengalami luka di kulit. Awalnya luka itu dikira luka bakar kimia alias akibat panas. Namun, tim medis menyimpulkan bahwa itu adalah luka tekan (pressure sores) akibat para korban pingsan dan tidak bergerak dalam posisi nan sama selama 6 hingga 36 jam.

Meskipun banyak korban melaporkan aroma telur busuk alias serbuk mesiu (biasanya mengenai gas belerang), kajian menunjukkan bahwa ini adalah pengaruh fatamorgana penciuman nan dipicu oleh paparan CO2.

Adapun musibah ini pun tercatat sebagai musibah langka nan mengerikan. Sebuah gas mendadak bisa membunuh orang-orang nan sedang tertidur pulas.

(rdp/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News