Benarkan Penyintas Kanker Payudara yang Minum Kopi Punya Peluang Hidup Lebih Tinggi? Ini Faktanya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Benarkan Penyintas Kanker Payudara nan Minum Kopi Punya Peluang Hidup Lebih Tinggi? Ini Faktanya Ilustrasi meminum kopi.(Dok. Magnific)

KEBIASAAN minum kopi alias teh rupanya memberikan berita positif bagi penyintas kanker payudara. Berdasarkan studi nan diulas oleh Facing Our Risk of Cancer Empowered (FORCE), konsumsi rutin kedua minuman ini setelah pemeriksaan berangkaian dengan kesempatan memperkuat hidup nan lebih baik.

Penelitian tersebut melibatkan 8.900 wanita dengan kanker tetek stadium 1 hingga 3. Para peserta dipantau selama rata-rata 11,5 tahun untuk menganalisis hubungan antara konsumsi kafein dengan akibat kematian jangka panjang.

Kaitan Kopi dengan Penurunan Risiko Kematian

Hasil studi menunjukkan bahwa wanita nan rutin minum kopi setelah didiagnosis mempunyai akibat kematian akibat kanker tetek nan lebih rendah. Peserta nan mengonsumsi lebih dari tiga cangkir kopi per hari mencatatkan penurunan akibat kematian akibat kanker tetek sebesar 25 persen dibandingkan mereka nan tidak minum kopi.

Selain itu, konsumsi kopi juga berakibat pada penurunan akibat kematian dari beragam penyebab lainnya (all-cause mortality) sebesar 26 persen. Menariknya, faedah ini tidak hanya ditemukan pada kopi berkafein, tetapi juga pada jenis kopi tanpa kafein (decaf).

Dampak Konsumsi Teh

Teh juga menunjukkan hasil nan signifikan dalam konteks kesehatan umum. Perempuan nan mengonsumsi lebih dari tiga cangkir teh setiap hari mempunyai akibat kematian dari semua penyebab sekitar 26 persen lebih rendah.

Namun, berbeda dengan kopi, konsumsi teh tidak menunjukkan hubungan langsung nan signifikan terhadap penurunan akibat kematian nan secara spesifik disebabkan oleh kanker payudara.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan (korelasi), bukan bukti sebab-akibat bahwa kopi alias teh secara langsung memperpanjang usia.

Bukan Pengganti Pengobatan Medis

FORCE menekankan bahwa hasil penelitian ini kudu dipahami secara hati-hati. Terdapat aspek style hidup lain nan memengaruhi hasil, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta kepatuhan terhadap prosedur medis seperti kemoterapi dan radioterapi.

Meskipun memberikan harapan, kopi dan teh bukanlah obat kanker. Temuan ini setidaknya mengonfirmasi bahwa konsumsi kopi alias teh tidak meningkatkan akibat kematian bagi penyintas. Setiap perubahan pola makan alias konsumsi harian sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan tenaga medis sesuai kondisi kesehatan masing-masing pasien. (Facing Our Risk of Cancer Empowered (FORCE)/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia