
Ilustrasi menyantap camilan pada malam hari. (Foto: dok Magnific)
JAKARTA – Kebiasaan ngemil pada malam hari mungkin terasa menyenangkan, apalagi saat sedang menonton film, bekerja lembur, alias susah tidur. Namun, kebiasaan ini rupanya berpotensi berangkaian dengan masalah kesehatan hati jika dilakukan secara terus-menerus.
Sebuah penelitian nan dipimpin oleh Oregon Health & Science University (OHSU), Amerika Serikat, menemukan bahwa kebiasaan makan larut malam berangkaian dengan peningkatan akibat penyakit hati berlemak dan sirosis hati.
Penelitian nan dipublikasikan pada 9 Oktober 2026 di jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology ini menambah bukti bahwa waktu makan juga berkedudukan dalam menjaga kesehatan tubuh, bukan hanya jenis dan jumlah makanan nan dikonsumsi.
Makan Larut Malam Ada Hubungannya dengan Risiko Penyakit Liver
Melansir News Medical, para peneliti menganalisis info dari nyaris 200.000 peserta nan tergabung dalam tiga penelitian berskala besar, ialah Nurses' Health Study, Nurses' Health Study II, dan Health Professionals Follow-up Study.
Data nan dianalisis mencakup kebiasaan makan, style hidup, serta laporan peserta mengenai penyakit hati berlemak dan sirosis. Kebiasaan makan larut malam dalam penelitian ini mencakup makan setelah makan malam alias setelah waktu tidur.
Hasilnya, peserta nan melaporkan kebiasaan makan larut malam mempunyai nomor kejadian penyakit hati sekitar 20–30 persen lebih tinggi dibandingkan mereka nan tidak mempunyai kebiasaan tersebut.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·