Ilustrasi menggunakan parfum(Magnific)
MEMAKAI parfum di leher kebiasaan bagi sejumlah orang. Namun baru-baru ini, muncul klaim bahwa kebiasaan ini bisa merusak kesehatan. Bahan kimia dalam wewangian dituduh dapat menyusup langsung ke kelenjar tiroid dan mengacaukan hormon, alias terserap instan lewat pembuluh darah leher hingga "mengotori tubuh". Namun, dugaan bahwa menyemprotkan minyak wangi pada leher dapat langsung merusak tiroid, kelenjar nan mengatur metabolisme, ini rupanya secara anatomi salah.
Dr. Erum Ilyas, MD, MBE, FAAD, seorang master ahli kulit bersertifikat dan ketua dermatologi di Drexel University College of Medicine, menjelaskan bahwa secara anatomi, kulit leher terpisah dari kelenjar tiroid oleh lapisan otot dan jaringan, sehingga tidak ada jalur penyerapan langsung.
Zat kimia dari minyak wangi nan meresap bakal masuk dan diencerkan terlebih dulu di dalam pembuluh darah sebelum beredar ke organ lain, sama seperti jika disemprotkan ke area tubuh lainnya.
Mengapa Leher Bukan Area Terbaik untuk Parfum
Meskipun tiroid Anda aman, para master tetap menyarankan untuk memikirkan kembali kebiasaan menyemprotkan minyak wangi langsung ke leher lantaran aspek dermatologis dan pernapasan.
- Risiko Iritasi Kulit dan Hiperpigmentasi
Kulit leher nan tipis dan sensitif rentan mengalami iritasi akibat parfum. Paparan berulang nan disertai sinar mentari dapat memicu sensitivitas kulit hingga menyebabkan dermatitis kontak alergi.
- Bahaya Menghirup Bahan Kimia Secara Langsung*
Menyemprotkan minyak wangi dekat wajah berisiko membikin partikel kimianya terhirup langsung menuju sistem penciuman, paru-paru, hingga menembus barier darah-otak. Kepulan wewangian ini juga sangat rawan bagi penderita asma lantaran dapat memicu dan memperburuk serangan sesak napas.
Cara Aman Menggunakan Parfum
Jika Anda sudah bertahun-tahun menyemprotkan minyak wangi ke leher tanpa pengaruh samping, Anda tidak perlu panik. Namun, jika Anda mempunyai kulit sensitif alias mau mengurangi paparan unsur kimia, berikut beberapa langkah kondusif nan direkomendasikan para ahli:
- Pindahkan ke Pergelangan Tangan alias Pakaian*: Kulit pergelangan tangan lebih tebal dan tidak terlalu reaktif. Menyemprotkan ke busana juga jauh lebih kondusif bagi kulit, meski mungkin sedikit mengubah ketahanan aromanya.
- Gunakan Metode "Kabut" (Mist): Semprotkan minyak wangi ke udara di depan Anda, tahan napas, lampau melangkah melewati kabut minyak wangi tersebut untuk menghindari partikel terhirup langsung.
- Periksa Label Produk : Hindari produk nan mengandung ftalat, paraben, alias bahan pewangi sintetis berat seperti galaxolide dan tonalide. Cari produk dengan label Safer Choice dari EPA alias pilih merek nan transparan dengan seluruh bahan bakunya.
(Good housekeeping/ GQ/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·