Benarkah Sakit Kepala saat Bangun Tidur Tanda Hipertensi? Ini Penjelasannya

Sedang Trending 10 jam yang lalu
Benarkah Sakit Kepala saat Bangun Tidur Tanda Hipertensi? Ini Penjelasannya Ilustrasi(magnifik)

BANGUN pagi dengan kepala terasa berdebar sering kali membikin banyak orang langsung mengaitkannya dengan tekanan hipertensi alias hipertensi. 

Tidak sedikit pula nan buru-buru cemas bahwa keluhan tersebut merupakan tanda tekanan darah sedang naik.

Namun, benarkah sakit kepala di pagi hari merupakan indikasi pasti hipertensi? Faktanya, menurut para ahli, dugaan tersebut tidak sepenuhnya benar. 

Mayo Clinic menyebut bahwa hipertensi justru lebih sering tidak menimbulkan indikasi sehingga dijuluki sebagai "silent killer" alias pembunuh diam-diam. Artinya, seseorang bisa mengalami tekanan hipertensi selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya hingga akhirnya muncul komplikasi serius.

Hipertensi Tidak Selalu Ditandai Sakit Kepala

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas pemisah normal secara terus-menerus. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondisi ini merupakan salah satu aspek akibat utama penyakit jantung, stroke, kandas ginjal, hingga beragam penyakit kardiovaskular lainnya.

Meski sering dikaitkan dengan sakit kepala, Mayo Clinic menjelaskan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak mengalami keluhan apa pun. 

Gejala seperti sakit kepala, mimisan, sesak napas, alias pusing umumnya baru muncul ketika tekanan darah sudah sangat tinggi alias mulai menyebabkan gangguan pada organ tubuh. 

Karena itu, seseorang tidak dapat memastikan dirinya mengalami hipertensi hanya berasas sakit kepala saat bangun tidur.

Penyebab Sakit Kepala Pagi Hari Beragam

Dokter menjelaskan bahwa sakit kepala saat bangun tidur lebih sering dipicu oleh aspek lain, seperti kurang tidur, kualitas tidur nan buruk, dehidrasi, stres, migrain, pengaruh berakhir mengonsumsi kafein, alias gangguan tidur seperti sleep apnea. 

Meski demikian, pada penderita hipertensi nan tekanan darahnya tidak terkontrol, sakit kepala nan muncul berulang tetap perlu diwaspadai. 

Karena itu, pemeriksaan tekanan darah merupakan langkah paling tepat untuk memastikan apakah keluhan tersebut berangkaian dengan hipertensi.

Pentingnya Deteksi Dini

CDC mengingatkan bahwa hipertensi sering berkembang tanpa menimbulkan gejala, sehingga banyak penderita baru menyadarinya setelah muncul komplikasi. 

Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat meningkatkan akibat penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, hingga gangguan kegunaan otak. 

Oleh lantaran itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan penerapan style hidup sehat, seperti rutin berolahraga, mengurangi konsumsi garam, menjaga berat badan ideal, serta mengikuti pengobatan sesuai rekomendasi dokter, menjadi langkah krusial untuk mencegah akibat nan lebih serius.

Sumber: Mayo Clinic, Centers for Disease Control and Prevention (CDC)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia