Ilustrasi(Magnific)
SAKIT kepala adalah keluhan nan nyaris pernah dialami semua orang. Penyebabnya beragam, mulai dari kelelahan, stres, kurang tidur, migrain, hingga jangkitan ringan. Karena begitu umum terjadi, banyak orang menganggap sakit kepala sebagai kondisi nan tidak perlu dikhawatirkan.
Namun, gimana jika sakit kepala nan awalnya dianggap biasa rupanya menjadi pertanda adanya kanker otak?
Meski kasus seperti ini tergolong jarang, para mahir mengingatkan bahwa perubahan pola sakit kepala nan tidak biasa dapat menjadi sinyal adanya gangguan serius di dalam otak. Baik Alodokter maupun Mayo Clinic menjelaskan tumor alias kanker otak dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala sehingga memunculkan indikasi nan khas, salah satunya sakit kepala nan terus memburuk.
Sakit Kepala Biasa vs Sakit Kepala lantaran Kanker Otak
Tidak semua sakit kepala merupakan tanda kanker. Bahkan, sebagian besar kasus sakit kepala disebabkan oleh kondisi nan jauh lebih umum, seperti migrain alias tension headache.
Menurut Mayo Clinic, sakit kepala nan berangkaian dengan tumor otak biasanya muncul lantaran pertumbuhan massa abnormal nan menekan jaringan otak alias menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tengkorak. Akibatnya, rasa nyeri mempunyai pola nan berbeda dibandingkan sakit kepala biasa.
Beberapa karakter nan patut diwaspadai meliputi:
- Sakit kepala nan semakin sering dan semakin berat
- Lebih terasa pada pagi hari setelah bangun tidur
- Dapat membangunkan penderita saat tidur
- Bertambah nyeri ketika batuk, membungkuk, alias mengejan
- Tidak lagi membaik dengan obat pereda nyeri nan sebelumnya efektif.
Meski demikian, indikasi tersebut tidak otomatis berfaedah seseorang menderita kanker otak. Diagnosis hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan master dan tes pencitraan seperti CT scan alias MRI.
Mengapa Kanker Otak Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?
Kanker otak terjadi ketika sel-sel galak tumbuh di dalam otak, baik berasal dari jaringan otak itu sendiri maupun dari kanker di organ lain nan menyebar ke otak (metastasis).
Seiring pertumbuhannya, jaringan abnormal tersebut bakal menekan struktur otak, pembuluh darah, dan saraf di sekitarnya. Kondisi inilah nan memicu peningkatan tekanan di dalam kepala sehingga menimbulkan sakit kepala serta beragam gangguan neurologis lainnya. Hal ini dijelaskan dalam info medis nan dipublikasikan Alodokter mengenai kanker otak.
Gejala Lain nan Perlu Diwaspadai
Sakit kepala biasanya bukan satu-satunya indikasi kanker otak. Bergantung pada ukuran dan letak tumor, penderita juga dapat mengalami keluhan lain.
Menurut Alodokter dan Mayo Clinic, beberapa indikasi nan sering menyertai antara lain:
- Mual dan muntah tanpa penyebab nan jelas
- Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur alias ganda
- Kejang, terutama pada orang nan belum pernah mengalaminya
- Gangguan keseimbangan dan koordinasi tubuh
- Kelemahan alias meninggal rasa pada salah satu sisi tubuh
- Sulit berbincang alias memahami pembicaraan
- Mudah lupa, susah berkonsentrasi, hingga perubahan perilaku alias kepribadian.
Gejala-gejala tersebut muncul lantaran setiap bagian otak mempunyai kegunaan nan berbeda. Misalnya, tumor pada otak mini dapat menyebabkan gangguan keseimbangan, sedangkan tumor di lobus frontal lebih sering memengaruhi keahlian berpikir, berbicara, dan perilaku.
Mengapa Gejalanya Sering Terlambat Disadari?
Salah satu tantangan dalam mendeteksi kanker otak adalah gejalanya nan sering berkembang perlahan.
Pada tahap awal, ukuran tumor mungkin tetap mini sehingga keluhan nan muncul hanya berupa sakit kepala ringan alias rasa capek nan mudah disalahartikan sebagai akibat aktivitas sehari-hari. Seiring waktu, ketika tumor terus membesar dan menekan jaringan otak, gejalanya menjadi lebih jelas dan semakin mengganggu.
Inilah sebabnya para master menyarankan agar perubahan pola sakit kepala tidak diabaikan, terutama jika disertai gangguan neurologis lainnya.
Kapan Harus Segera Memeriksakan Diri?
Sebagian besar sakit kepala tidak memerlukan pemeriksaan darurat. Namun, segera konsultasikan ke master andaikan mengalami kondisi berikut:
- Sakit kepala nan berbeda dari biasanya dan terus memburuk
- Sakit kepala dahsyat nan muncul secara tiba-tiba
- Sakit kepala disertai kejang
- Gangguan penglihatan, bicara, alias keseimbangan
- Kelemahan pada salah satu sisi tubuh
- Muntah berulang tanpa karena nan jelas;
Perubahan kesadaran alias kebingungan.
Jangan Panik, Tetapi Tetap Waspada
Mendengar kata "kanker otak" tentu membikin banyak orang merasa cemas. Namun, krusial dipahami bahwa kebanyakan sakit kepala bukan disebabkan oleh kanker.
Yang perlu dilakukan adalah mengenali perubahan pola gejala. Jika sakit kepala muncul semakin sering, semakin berat, alias disertai gangguan kegunaan saraf, jangan menunda pemeriksaan medis. Semakin sigap penyebabnya diketahui, semakin besar kesempatan mendapatkan penanganan nan tepat.
Sumber : Mayo Clinic, Alodokter
English (US) ·
Indonesian (ID) ·