Benarkah Mangga Bikin Gemuk? Ahli Gizi Ungkap Faktanya

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Ilustrasi mangga. Foto: Shutterstock

Musim mangga memang selalu jadi momen nan ditunggu banyak orang. Apalagi di Indonesia sendiri, pilihan jenis mangganya juga beragam, mulai dari wangi manis, indramayu, manalagi, hingga mangga budi raja nan dikenal punya ukuran cukup besar.

Tapi di kembali kenikmatannya, ada beberapa orang nan menganggap mangga sebagai buah nan bisa bikin berat badan naik. Makanya ada sebagian orang nan memilih menghindari mangga lantaran takut bikin gemuk.

Lalu, benarkah makan mangga bisa menyebabkan kenaikan berat badan?

Dikutip dari NDTV Food, mahir gizi Amita Gadre mengatakan jika mangga sebenarnya bukan masalah utamanya. Menurut dia, mangga termasuk buah dengan indeks glikemik sedang, ialah sekitar 51 hingga 60. Dari sisi kalori pun, jumlahnya tidak setinggi nan banyak orang kira.

Ilustrasi pohon mangga. Foto: YUGUANGTC/Shutterstock

Selain itu, mangga juga mengandung serat nan cukup tinggi. Kandungan serat inilah nan membantu tubuh merasa kenyang lebih lama sekaligus baik untuk pencernaan.

“Mangga bisa menjadi camilan, dessert, apalagi pilihan sebelum olahraga,” ujar Gadre seperti dikutip dari NDTV Food, Minggu (10/5).

Lantas, kenapa mangga sering dianggap bikin gemuk? Menurut Gadre, perihal itu lebih disebabkan oleh langkah mengonsumsinya.

Masalah mulai muncul ketika mangga diolah menjadi jus, milkshake, es krim, alias dessert manis. Dalam corak olahan seperti itu, kandungan serat pada mangga bisa berkurang, sementara gula lebih sigap diserap tubuh.

Ilustrasi saribuah mangga. Foto: Shutterstock

Belum lagi tambahan gula, susu, alias bahan lainnya nan otomatis membikin kalorinya meningkat. Hal inilah nan membikin orang jadi berlebihan mengonsumsinya.

Supaya tetap bisa menikmati mangga tanpa rasa khawatir, Gadre menyarankan untuk mengonsumsi mangga dalam corak utuh dibanding dijadikan jus. Mangga juga bisa dipadukan dengan kacang-kacangan agar rasa kenyang memperkuat lebih lama.

Selain itu, buah ini juga bisa dinikmati saat alias setelah makan. Dengan langkah tersebut, tubuh tetap mendapatkan faedah serat alami dari mangga tanpa lonjakan gula nan berlebihan.

Ilustrasi mangga. Foto: Shutterstock

Lalu, apakah pengidap glukosuria boleh mengonsumsi mangga?

Menurut Gadre, penderita glukosuria sebenarnya tetap boleh makan mangga, asalkan porsinya diperhatikan dan kadar gula darah dalam kondisi stabil. Untuk membantu menjaga keseimbangan gula darah, mangga juga bisa dikombinasikan dengan makanan tinggi protein alias serat seperti kacang-kacangan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan