Ben Gvir Pimpin Ratusan Warga Yahudi Masuk Al Aqsa, Dunia Internasional Mengecam

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Ben Gvir Pimpin Ratusan Warga Yahudi Masuk Al Aqsa, Dunia Internasional Mengecam Masjid Al Alqsa, Palestina.(AFP)

MENTERI Keamanan Nasional Penjajah Israel Itamar Ben Gvir kembali memicu kontroversi setelah memimpin ratusan warga Yahudi memasuki kompleks Masjid Al Aqsa. Aksi tersebut menuai kecaman internasional lantaran dinilai melanggar status quo nan telah lama mengatur pengelolaan situs suci di Yerusalem.

Rekaman nan beredar memperlihatkan Ben Gvir berbareng ratusan visitor Yahudi berada di kompleks Masjid Al Aqsa pada Kamis (23/7), dalam rangka memperingati Tisha B'Av, hari berkabung umat Yahudi nan mengenang kehancuran Bait Suci Pertama dan Kedua.

Dalam video nan diunggah melalui saluran Telegram pribadinya, Ben Gvir menyampaikan pandangannya mengenai kunjungan tersebut. "Lihatlah apa nan terjadi di sini. Orang-orang Yahudi sedang bermohon dan merasa bahwa merekalah pemilik sah tempat ini," kata Ben Gvir dilansir AFP, Rabu (29/7).

"Orang-orang memahami bahwa Negara (penjajah) Israel adalah pemegang otoritas nan berdaulat. Masih banyak nan kudu dilakukan, dan dengan pertolongan Tuhan, kami bakal terus melangkah maju," sebutnya.

Kunjungan itu bertepatan dengan peringatan Tisha B'Av nan tahun ini berjalan sejak Rabu (22/7) malam hingga Kamis (23/7). Aksi tersebut kembali memunculkan sorotan lantaran dianggap bertentangan dengan kesepakatan status quo nan telah diberlakukan selama puluhan tahun di kompleks Masjid Al Aqsa.

Kompleks tersebut merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam sekaligus letak paling suci dalam tradisi Yahudi, nan diyakini sebagai tempat berdirinya dua bait suci kuno.

Berdasarkan kesepakatan antara penjajah Israel dan Yordania, pengelolaan kompleks berada di bawah lembaga keagamaan Yordania. Dalam patokan tersebut, penduduk Yahudi diperbolehkan berkunjung, tetapi tidak diizinkan melaksanakan ibadah di dalam area kompleks, sementara umat Islam tetap menjalankan aktivitas ibadah seperti biasa.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ben Gvir berbareng sejumlah golongan Yahudi kerap memasuki kompleks tersebut dan melakukan angan secara terbuka. Tindakan itu berulang kali memicu kecaman dari Yordania, Otoritas Palestina, serta beragam organisasi keagamaan Islam.

Pemerintah Yordania mengecam keras kunjungan terbaru tersebut. "Yordania dengan tegas menolak dan mengecam keras tindakan penerobosan nan terus dilakukan oleh para pejabat penjajah Israel, personil Knesset, dan pemukim ekstremis ke Masjid Al Aqsa, serta peran polisi kolonialis Israel dalam memfasilitasi tindakan-tindakan tersebut," kata ahli bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Fouad Al Majali.

Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya nan tidak dapat diterima untuk memaksakan realitas baru di Masjid Al-Aqsa/Al-Haram Al-Sharif melalui upaya mengubah pengaturan nan ada saat ini.

Kecaman serupa juga disampaikan Turki. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Turki menilai tindakan tersebut sebagai provokasi nan menakut-nakuti status norma dan historis Masjid Al Aqsa.

"Kami mengingatkan organisasi internasional bahwa mencegah tindakan provokatif pemerintahan Netanyahu serta upaya menciptakan situasi fait accompli merupakan tanggung jawab bersama," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

"Tindakan-tindakan tersebut melanggar status historis dan norma situs-situs suci di Yerusalem, khususnya Masjid Al-Aqsa, nan merupakan milik eksklusif umat Islam," tambah pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Meski menuai kritik dari beragam pihak, pemerintah penjajah Israel tetap menyatakan bahwa kebijakan resminya terhadap status quo di Masjid Al Aqsa tidak mengalami perubahan.

Sejak menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional, Ben Gvir telah mengunjungi kompleks Masjid Al Aqsa lebih dari dua belas kali. Pada kunjungan-kunjungan sebelumnya, dia juga beberapa kali menyampaikan seruan agar penjajah Israel mengambil langkah nan lebih keras terhadap penduduk Palestina di Gaza maupun Tepi Barat.

Selain menjadi hari berkabung atas kehancuran Bait Suci, Tisha B'Av juga secara tradisional diperingati sebagai momen mengenang beragam peristiwa tragis nan diyakini terjadi dalam sejarah bangsa Yahudi pada tanggal nan sama. (Fer/P-3) 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia