Beli Mobil Diesel Bekas, Konsumen Minta Pedagang Buatkan Barcode Solar Subsidi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Mobil jejak di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Permintaan mobil diesel jejak di pasar tetap menunjukkan tren menarik. Namun belakangan, muncul kejadian baru di mana konsumen tidak hanya konsentrasi pada unit kendaraan, tetapi juga kemudahan akses terhadap bahan bakar subsidi.

Sebagian calon pembeli sekarang meminta support pedagang untuk mengurus barcode BBM subsidi seperti Pertalite dan biosolar. Hal ini berangkaian dengan kebijakan pembelian BBM subsidi nan sekarang menggunakan sistem registrasi.

Penggawa Lapak Mobil Bekas, Peter, mengungkapkan permintaan tersebut cukup sering ditemui dalam transaksi. Menurut dia, konsumen mau mendapatkan kemudahan agar tetap bisa menggunakan bahan bakar bersubsidi.

Ilustrasi solar. Foto: Andri wahyudi/Shutterstock

“Banyak ya permintaan misal mau beli mobil diesel bekas, tapi minta dibuatin barcode biar bisa dapat subsidi. Biasanya konsumen pada maunya begitu,” ujar Peter kepada kumparan, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan, saat ini dirinya juga mulai menambah stok kendaraan diesel di lapaknya. Permintaan dinilai tetap ada, meskipun diiringi dengan kebutuhan tambahan seperti pengurusan barcode.

“Kalau dari sisi saya sih memang lagi pengen nyetok diesel. Lumayan, ada sekitar 5-7 unit di toko. Cuma nan pernah beli dari saya orang nan pernah beli dari saya minta tolong dibuatin barcode sekalian,” kata dia.

Ilustrasi solar. Foto: brodin/Shutterstock

Kenaikan nilai bahan bakar diesel disebut menjadi salah satu aspek pendorong kejadian ini. Konsumen berupaya menekan biaya operasional dengan tetap mengandalkan solar subsidi.

“Jadi nantinya mereka mau pakai solar subsidi. Apa lagi kan naiknya nyaris 2 kali lipat,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sebenarnya proses pendaftaran barcode dapat dilakukan langsung oleh konsumen. Namun, tidak sedikit nan memilih meminta support pedagang agar lebih praktis.

“Sebenernya konsumen bisa mengusulkan sendiri. Cuma kadang-kadang mereka nggak mau repot. nan krusial saat pengajuan nomor telepon sama nomor NIK dia belum pernah terdaftar untuk barcode sebelumnya,” jelasnya.

Ilustrasi aplikasi My Pertamina. Foto: CIKA Indonesia

Ia juga menyoroti sejumlah hambatan nan kerap muncul dalam proses registrasi, terutama pada kendaraan jejak nan sebelumnya sudah terdaftar.

“Ya jika sudah terdaftar untuk barcode sebelumnya dia kudu delete dulu. Atau nan kendala-kendala di mobil jejak sudah terdaftar dengan barcode sebelumnya tapi orang nggak dapat itu kudu disanggah dulu,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan