
Ilustrasi lari maraton. (Foto: dok Magnific)
JAKARTA - Baru-baru ini seorang influencer olahraga asal Korea Selatan, Yoo Ji Won meninggal saat mengikuti half marathon pada Minggu, 11 Oktober 2026. Ia sempat pingsan di perlintasan 500 meter sebelum garis finis, tepatnya di titik 20,6 kilometer.
Nah, bagi para pelari nan tetap pemula maupun profesional, tentu maraton bukan olahraga sederhana. Perlu persiapan bentuk nan serius untuk mengikuti kejuaraan lari.
Dokter sekaligus influencer kesehatan Tirta Mandira Hudhi lewat akun FB pribadinya membagikan tips untuk lari maraton agar tetap mendapatkan faedah sehat dan tidak ambruk di tengah perlintasan. Pertama, dia mengatakan untuk rutin latihan dengan meningkatkan mileage secara bertahap.
“Tips pertama itu adalah latihan. Latihannya itu meningkatkan mileage secara bertahap, latihan easy run, ya easy nan area 2, latihan long run, latihan lari di lama tertentu, misalnya 1 jam, 1,5, 2 jam, konsisten dan disiplin. Karena ingat ada sebuah quote, marathon itu nan susah latihannya, dan eventnya adalah corak selebrasi,” kata dr. Tirta.
Selanjutnya, dr. Tirta menyebut bahwa nutrisi juga mendukung lari maraton agar lebih kondusif dan lancar. “Nomor 2 adalah nutrisi. Maraton itu sangat mengenai dengan strategi nutrisi. Kenali karakter lambung dan ususmu,” tuturnya.
“Ada orang nan dikasih energy gel A, muntah, ada nan orang kudu bawa ke rumah. Ada orang nan kudu minum energy gel nan merk X. Kalau Anda sudah membiasakan melatih nutrisi ini, ketika selama latihan, di selama race, Anda bisa beradaptasi,” ucap dr. Tirta.
Ia bercerita bahwa dirinya sempat meremehkan perihal tersebut. “Saya mencoba perihal nan baru, energy gel nan baru di race. nan terjadi adalah KM32 saya muntah-muntah full, sampai KM36, untungnya KM36 saya bisa comeback,” ujarnya.
10 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·