BEI dan OJK Papua Perkuat Literasi Investasi untuk Ketahanan Usaha Konsultan

Sedang Trending 1 hari yang lalu

, JAYAPURA, – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Papua berbareng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Papua bekerja-sama memperluas literasi investasi. Langkah ini bermaksud untuk meningkatkan pemahaman mengenai strategi investasi dan pengelolaan finansial perusahaan guna memperkuat ketahanan upaya para konsultan di wilayah tersebut.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua, Kresna A. Payokwa di Jayapura, Jumat, menekankan bahwa perusahaan konsultan memerlukan strategi pengelolaan finansial nan matang. Hal ini krusial agar mereka bisa menghadapi beragam tantangan usaha, seperti ketergantungan pada proyek pemerintah, keterlambatan pembayaran, perubahan arus kas, hingga kenaikan biaya operasional.

"Untuk itu kami berbareng OJK Papua memberikan langkah strategis untuk memperluas literasi finansial dan mendorong pengelolaan finansial perusahaan nan lebih terencana, bijak, dan bertanggung jawab," ujar Kresna usai aktivitas di Kota Jayapura, Jumat.

Pemisahan Dana dan Instrumen Investasi

Dalam edukasi tersebut, perusahaan didorong untuk memisahkan biaya operasional, biaya darurat, dan biaya investasi. Menurut Kresna, pemisahan ini memungkinkan pengelolaan finansial dilakukan secara lebih terukur sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan profil akibat masing-masing perusahaan.

"Oleh karena itu melalui edukasi tersebut kami memperkenalkan beragam instrumen investasi di pasar modal," jelasnya. Instrumen nan diperkenalkan meliputi reksa dana, obligasi negara, obligasi korporasi, exchange traded fund (ETF), dan saham. Pemahaman mengenai hubungan antara akibat dan potensi imbal hasil juga menjadi konsentrasi utama.

Hindari Keputusan Investasi Berisiko

Selain pengenalan instrumen, perusahaan juga diingatkan untuk tidak menggunakan biaya operasional bagi investasi berisiko tinggi. Mereka diminta untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya lantaran mengikuti tren sesaat. Penerapan diversifikasi investasi sangat ditekankan sebagai strategi untuk meminimalkan akibat kerugian.

"Kami berambisi kerjasama seperti ini dapat terus bersambung sehingga semakin banyak pelaku upaya di Papua nan memahami pentingnya pengelolaan finansial dan investasi secara legal, aman, dan sesuai profil risiko," kata Kresna.

Sementara itu, Ketua DPP INKINDO Papua, Novisca M. Anditiaman, menyambut baik aktivitas ini. Ia menilai edukasi tersebut merupakan perihal nan krusial bagi para personil INKINDO dalam memperkuat kapabilitas serta ketahanan finansial perusahaan.

“Kami berambisi BEI, OJK Papua, dan para pemangku kepentingan dapat terus memberikan edukasi serta pendampingan mengenai pengelolaan finansial dan investasi nan legal, aman, serta sesuai profil risiko,” ujar Novisca.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional