Rohman Wibowo
, Jurnalis-Kamis, 04 Juni 2026 |16:39 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan info mengenai penurunan pengelompokkan pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan info mengenai penurunan pengelompokkan pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market merupakan info nan tidak benar.
Berdasarkan sejumlah obrolan nan telah dilakukan dengan penyedia indeks dunia Morgan Stanley Capital International (MSCI), terdapat ekspektasi bahwa Indonesia bakal tetap dipertahankan dalam kategori emerging market.
"Kemarin ada info nan tidak jeli beredar di pasar mengenai tangkapan layar nan seolah-olah menunjukkan adanya pengumuman MSCI bahwa Indonesia ditempatkan di frontier market. Ternyata, info tersebut tidak benar," ujar Pjs Direktur BEI Jeffrey Hendrik saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (4/6/2026).
Ia mengimbau penanammodal untuk selalu melakukan verifikasi dan memastikan kebenaran info mengenai pasar modal sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan demikian, penanammodal dapat menghindari keputusan nan kurang tepat akibat info nan tidak valid.
"Terkait MSCI, nan dapat kami sampaikan adalah dari beragam langkah konkret nan sudah dilakukan, kami mempunyai ekspektasi nan sangat tinggi bahwa Indonesia bakal tetap berada di emerging market," tambah Jeffrey.
Sebagai informasi, penyesuaian pengelompokkan pasar tersebut merupakan agenda pertimbangan rutin nan dilakukan oleh penyedia indeks dunia seperti MSCI.
Pada 13 Mei 2026, MSCI mengumumkan hasil pertimbangan indeks saham untuk MSCI Global Standard Indexes, MSCI Global Small Cap Indexes, MSCI Micro Cap Indexes, MSCI Value & Growth Indexes, MSCI Frontier Markets Indexes, MSCI Frontier Market Small Cap Indexes, MSCI US Equity Indexes, MSCI US REIT Index, MSCI China A Onshore Indexes, dan MSCI China All Shares Indexes.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·