Anggie Ariesta
, Jurnalis-Minggu, 01 Februari 2026 |19:40 WIB

BEI (Foto: Okezone)
JAKARTA – Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik memaparkan langkah-langkah konkret bursa dalam melakukan pendalaman pasar (market deepening) guna menarik minat penanammodal global. Fokus utama BEI saat ini adalah meningkatkan transparansi info kepemilikan saham agar setara dengan standar bursa-bursa maju di dunia.
Jeffrey memastikan bahwa meskipun terjadi transisi kepemimpinan, seluruh operasional bursa tetap melangkah normal tanpa gangguan teknis maupun administratif.
"Operasional Bursa Efek Indonesia, baik kesiapan sistem perdagangan, pelayanan kepada seluruh stakeholders maupun proses pengambilan keputusan melangkah secara normal tanpa ada gangguan apapun," tegas Jeffrey dalam Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal, Minggu (1/2/2026).
Salah satu terobosan krusial nan bakal diambil BEI pada Februari 2026 ini adalah memperluas pengungkapan (disclosure) info kepemilikan saham. Jika sebelumnya publik hanya bisa memantau pemilik di atas 5 persen, ke depan info kepemilikan di bawah periode pemisah tersebut bakal dibuka secara lebih umum.
Langkah ini diambil untuk memenuhi ekspektasi lembaga indeks dunia seperti MSCI dan FTSE, serta memberikan gambaran nan lebih utuh mengenai struktur pemegang saham emiten di Indonesia.
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·