Wuling Eksion nan datang sebagai model elektrifikasi dengan dua pendekatan sekaligus, bukan hanya menawarkan konfigurasi 7-penumpang dan ketangguhan unik SUV, melainkan juga dibekali pilihan teknologi full listrik dan plug-in hybrid (PHEV) dalam satu lini produk.
“Wuling Eksion nan mengusung semangat exploring family journeys datang sebagai SUV 7-seater pertama di Indonesia nan dilengkapi dengan pilihan teknologi EV dan Plug-in Hybrid. Tidak hanya itu, SUV terbaru ini juga sekaligus menjadi produk kedua Wuling nan mengaplikasikan platform Wonder Flexible Modular alias WFMS,” ujar Product Planning Wuling Motors Aji Ibrahim di Jakarta, Rabu (22/4).
Dari sisi tampilan, Eksion mengusung bahasa kreasi nan disebut Muscular Flowline Design. Karakternya terlihat dari penggunaan lampu depan dan belakang berbentuk X, dipadukan dengan perbedaan perincian di masing-masing varian.
Versi PHEV menggunakan grille bermotif honeycomb, sementara jenis listrik tampil lebih tertutup dengan bumper nan dirancang lebih aerodinamis. Kesan modern juga diperkuat lewat penggunaan pelek 18 inci serta opsi warna two tone pada jenis tertentu.
Masuk ke bagian kaki-kaki, Wuling membekali suspensi depan McPherson dan multi link independent di belakang. Sistem pengereman cakram datang di keempat roda, dengan konsentrasi pada stabilitas sekaligus kenyamanan berkendara.
Eksion juga menjadi bagian dari pengembangan teknologi Wuling nan lebih luas. Di dalamnya terdapat platform WFMS untuk kendaraan elektrifikasi, sistem hybrid LING Power, sistem konektivitas LING OS, hingga penggunaan baterai MAGIC Battery Pro nan dirancang dengan perlindungan berlapis.
Di dalam kabin, konfigurasi 7-seater menjadi salah satu sorotan utama. Ruang interior dirancang dengan kombinasi warna walnut brown dan carbon black.
Fitur kenyamanan nan ditawarkan cukup lengkap, mulai dari ventilated seat dan pengaturan elektrik di baris depan, panoramic sunroof, hingga penggunaan kaca berlapis untuk meredam bunyi dari luar. Sistem pendingin udara juga sudah dilengkapi filter PM2.5 dan menjangkau hingga baris ketiga.
Pengalaman berkendara turut didukung fitur 360 derajat around view camera nan dilengkapi tampilan transparan untuk memandang area bawah kendaraan saat bermanuver. Di sisi kepraktisan, bangku baris kedua dan ketiga dapat dilipat rata untuk menghasilkan ruang bagasi hingga 1.788 liter, ditambah electric tailgate untuk memudahkan akses.
Area dashboard didominasi layar berukuran 12,8 inci sebagai pusat kontrol, dipadukan panel instrumen digital 8,8 inci. Fitur lain nan disematkan antara lain wireless charging 50 Watt, panel soft touch, serta setir dengan tombol multifungsi.
Untuk performa, jenis listrik dibekali motor 150 kW dengan torsi 310 Nm serta baterai berkapasitas 69,2 kWh. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 530 kilometer berasas standar CLTC, serta sudah mendukung pengisian sigap DC.
Sementara itu, jenis PHEV mengombinasikan mesin 1.5 liter dengan sistem Dedicated Hybrid Transmission dan baterai 20,5 kWh. Mode listriknya bisa menempuh hingga 125 kilometer, dengan total jarak tempuh campuran diklaim lebih dari 1.000 kilometer. Pengisian sigap juga tersedia pada jenis ini.
Dari sisi keselamatan, struktur bodi menggunakan sekitar 75 persen baja berkekuatan tinggi. Fitur standar mencakup enam airbag serta ISOFIX. Sistem keselamatan aktif meliputi ESC, ABS, EBD, HHC, AVH, hingga pemantau tekanan ban. Selain itu, tersedia juga fitur support berkendara tingkat lanjut seperti adaptive cruise control, peringatan tabrakan depan, pengereman darurat otomatis, hingga blind spot monitoring.
Eksion dipasarkan dalam dua jenis ialah CE dan EX, baik untuk jenis listrik maupun plug-in hybrid. Pilihan warna nan tersedia meliputi Archipelago Blue, Haze Grey, Frosty White, dan Starry Black, dengan opsi genting two tone pada jenis tertentu.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·