Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?

Sedang Trending 3 hari yang lalu

loading...

Banyak pengguna salah mengerti dikira mempunyai kegunaan setara GPS, nyatanya pencari Bluetooth (smart tag) mempunyai keterbatasan teknis nan membuatnya tidak bisa memperbarui letak secara real-time detik demi detik. Foto: ist

JAKARTA - Pelacak Bluetooth (smart tag) bukanlah GPS. Banyak orang salah kaprah, mengira perangkat sekecil koin seperti Apple AirTag alias Samsung Galaxy SmartTag2 bisa memantau posisi objek bergerak secara real-time detik demi detik.

Nyatanya, perangkat ini tidak mempunyai chip GPS internal dan bekerja dengan langkah nan sepenuhnya berbeda.

Pasar pencari pandai dunia memang tumbuh masif lantaran efisiensi dayanya. Namun, konsumen berintentitas tinggi sering kali kecewa saat menyadari adanya jarak waktu (delay) pembaruan lokasi.

Keterbatasan teknis ini merupakan corak kompromi (trade-off) demi mempertahankan ukuran perangkat tetap mini dan baterai nan awet hingga hitungan tahun.

Cara Kerja Jaringan Crowdsourcing dan Kepadatan Perangkat

Saat pencari berada di luar jangkauan Bluetooth langsung ponsel Anda—biasanya di atas 9 meter hingga 30 meter di dalam ruangan, alias 60 meter hingga 152 meter di area terbuka—ia bakal beranjak ke mode pencarian offline.

Tergantung Kepadatan Orang: Di area padat seperti airport alias pusat kota, Apple AirTag memanfaatkan jaringan ratusan juta perangkat iOS (Find My) untuk memperbarui posisi setiap 1 hingga 2 menit.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews